Pojok Opini

Keragaman Karakteristik Masyarakat Terhadap Covid 19

Maman | Senin 31 May 2021 09:53 WIB | 461

Pojok Opini
Corona


Pimpinan Cakrawala Matakepri Media


Penulis: Maman Prihatna

25 Mei 2021

Sudah setahun lebih lamanya virus Corona (covid-19) mewabah. Beraneka ragam sikap ataupun karakteristik masyarakat terhadap covid-19, bahkan virus ini seperti dapat membentuk pribadi-pribadi baru dalam masyarakat.

Berikut beberapa Karakteristik masyarakat terhadap covid-19 yang dapat kita temui ditengah masyarakat kita saat ini :

* Karakter Altruisme 

Virus ini menyebabkan tinggi nya rasa keperdulian masyarakat untuk memperhatikan dan mengutamakan keselamatan orang lain (saudara ataupun warga sekitar). Banyak terdengar orang-orang yang ketika sedang berkomunikasi dengan handphone selalu menyampaikan anjuran untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Karakter ini biasanya setiap ada perkembangan terbaru tentang covid pasti akan segera mengingatkan keluarga, saudara, ataupun orang-orang sekitar yang bertemu dengannya.

* Karakter Paranoid

Meningkatnya jumlah pasien covid juga  menyebabkan ketakutan yang berlebihan pada sebagian orang. Untuk keluar rumah pun butuh pertimbangan ataupun alasan yang sangat tepat hingga dapat memaksakan dirinya untuk bisa keluar dari rumah. Ada yang ketika tamu yang datang mengetuk pintu rumah, sang pemilik rumah hanya mau membuka 1/4 pintu sekedar untuk menanyakan keperluan tamu meskipun pemilik rumah sudah menggunakan masker dan meletakkan hand sanitizer di depan pintu masuk rumahnya. 

* Cuek /tidak perduli

Karakter cuek atau tidak perduli termasuk yang paling banyak di temui di kalangan masyarakat kita. Mereka menganggap wabah ini biasa saja bahkan seperti merasa tidak ada sama sekali. "Ah biasa aja, katanya Corona tapi tidak ada yang berubah, saya saja belum pernah lihat langsung yang kena, ya paling tau nya dari berita di TV" ungkapan seperti itu yang terdengar dari mulut yang memiliki karakter tidak perduli. Mereka tidak mau menggunakan masker saat berinteraksi, bahkan masih suka berkumpul-kumpul. Tapi mereka tetap mengantongi masker yang disiapkan di saat ada razia ataupun sweeping yang dilakukan oleh pemerintah.

*Tidak perduli tapi takut

Sikap seperti ini hampir sama dengan yang cuek..hanya saja ketika dirinya mendengar ada yang terkena, muncul rasa ketakutan dan biasanya dengan segera pergi untuk mencari masker. Bahkan pergi pulang ke rumah hanya untuk mengingatkan keluarganya. Biasanya rasa ketakutan itu mempengaruhinya hanya dalam waktu singkat saja, setelah itu dirinya kembali tidak perduli, seperti itu juga dengan keesokan harinya akan mengalami hal yang sama. Biasanya orang yang memiliki karakter seperti ini justru yang paling banyak menggunakan uangnya untuk membeli masker.

* Tumbuhnya rasa ingin menciptakan penghasilan tambahan

Semenjak Corona mewabah, ada masyarakat yang berdampak dalam hal pendapatan, baik itu yang berdampak setengah ataupun total. Dan ini kebanyakan dialami oleh masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta dan wiraswasta. Hal ini lah yang menumbuhkan rasa keperdulian ibu-ibu rumah tangga untuk membantu suami mereka agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan di rumah.

Di banyak komplek perumahan pada saat ini, sudah menjamur para ibu-ibu rumah tangga yang berjualan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dengan membuat group forum jual beli (FJB). Bisa dikatakan 80% ibu-ibu rumah tangga diperumahan-perumahan menawarkan bermacam-macam makanan, perabotan rumah usang yang sekira bisa dijual pasti di upload di group FJB mereka. Penulis sendiri pernah melihat postingan di salah satu FJB perumahan yang menjual 3 pcs gantungan baju plastik yang sudah usang.

Maraknya kegiatan FJB di perumahan-perumahan ini seperti mampu menenggelamkan kebonafitan beberapa aplikasi terkenal yang menawarkan jasa pemesanan makanan.

* Covid sebagai Trending Topik di keseharian

Karakter ini kebanyakan terjadi pada ibu-ibu yang memiliki usaha/warung yang menjual kebutuhan harian yang berada di komplek perumahan atau pemukiman.

Mereka tidak merasa bahwa dirinya telah menjadikan Covid sebagai Trending Topik di kesehariannya. Namun faktanya, setiap ada berita terbaru tentang Corona selalu disampaikan kepada setiap pembeli yang datang. Awalnya hanya sebagai basa-basi ketika pembeli akan melakukan pembayaran(agar terlihat ramah).

*Mendadak jadi pakar ekonomi.

Biasanya yang kita sering lihat adalah mendadak jadi pakar politik dimasa pemilu. Pasca covid-19 ternyata juga banyak bermunculan para pakar ekonomi dadakan.

Di beberapa tempat sering terdengar orang yang berbicara seperti mengerti tentang naik turunnya perekonomian pasca Corona.

"Dan sabar aja buk..3 bulan lagi negara-negara tetangga kayak Singapura, Malaysia dan Asia Tenggara lainnya sudah mulai membuka pintu pariwisatanya. Jadi nanti kondisi kita bisa normal lagi".

Ungkapan seperti itu lah yang sering terdengar dari para pakar ekonomi dadakan. Mereka seperti memiliki data base yang jelas atau pun sumber informasi yang akurat sehingga berani tampil seperti pakar ekonomi yang sebenarnya.(Ma2n)