Natuna

Hindari Overload, 100 Orang Penumpang Kapal Pelni Di turunkan

Maman | Selasa 12 Jun 2018 16:29 WIB | 736

Tol Laut
Ramadan


Pelni Sanur 39. (istimewa)


MATAKEPRI.COM, Natuna - Tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, arus mudik penumpang masih membeludak. Seperti terpantau di Pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna, Selasa (12/06/2018).

Kali ini arus mudik ditinjau langsung ole Kadis Perhubungan Natuna Iskandar Dj, bersama jajarannya. Arus mudik tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut Iskandar Dj, kemarin ada sekitar 900 penumpang pulang kampung. Sementara itu turun di Natuna sekitar 500 orang. Belum lagi arus mudik menggunakan jasa pesawat Paum, milik TNI AU.

Hari ini dua kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 dan 62, diperkirakan akan dipadati penumpang yang hendak mudik. Jelas saja, pada saat Sanus 39 sandar di Selat Lampa, terlihat antrian panjang penumpang.

Untuk menghindari overload kapasitas, sejumlah penumpang tujuan Tanjungpinang yang naik dari Selat Lampa diturunkan. Mereka diminta menaiki Sanus 62 pada sore ini.

“Kita turun langsung, guna meninjau arus mudik, agar para penumpang merasa nyaman dan aman saat pulang kampung”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Natuna Liber FH menerangkan, jumlah penumpang naik kapal Sanus 39 sebanyak 432 orang, sedangkan yang turun 220 orang.

Liber mengakui, jumlah pemudik dari Selat Lampa sangat banyak. Namun demi keselamatan, pihaknya berkomitmen akan menurunkan penumpang apabila melebih kapasitas.

Dari daftar manifest pembelian tiket, terdapat kelebih penumpang sekitar 100 orang. Karenanya Syahbandar menurunkan sebagian penumpang, dipindahkan ke Sanus 62.

Sanus 39 memiliki daya tampung 468 orang penumpang, sementara yang naik hanya 432 orang. Jumlah tempat tidur sebanyak 400 ditambah kamar, jadi masih mencukupi.

“Besok masih ada sabuk 59 menuju Subi, Serasan dan Pontianak, sekarang masih berlabuh di Sedanau. Kendalanya, penumpang tidak mau menunggu kapal berikutnya karena pengen cepat pulang, sehingga kapal terakhir bisa jadi kosong”, ujar Liber.(***) 


Sumber : Marwah Kepri