Tanjung Pinang, News, Mata Foto, Kepri, Tanjung Pinang, Publik

KPPBC Tanjungpinang Klarifikasi Terkait Bongkar "Diam-diam" Hasil Tegahan

| Jumat 02 Feb 2018 02:00 WIB | 1215

Penyelundupan
Bea Cukai
Ilegal


Kasi PLI KPPBC Tanjungpinang, Oka A Setiawan, saat memberikan keterangan pers, Kamis (1/2/2018). (Foto Istimewah)


MATAKEPRI.COM, Tanjungpinang - Terkait pemberitaan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang diam-diam melakukan pembongkaran barang dari kapal KLM Hasbi 06 yang ditegah di pelabuhan Sri Payung pada tanggal 31 Januari 2018 lalu, Kepala Seksi Penyuluhan Layanan dan Informasi KPPBC Tanjungpinang, Oka A Setiawan, mengklarifikasinya, Kamis  (1/2/2018).

Klarifikasi yang disampaikan dalam rilis resminya, Oka menyebutkan bahwa pembongkaran barang dari kapal yang ditegah di pelabuhan Sri Payung Tanjungpinang, pihaknya tidak pernah menutup-nutupi pemberian informasi kepada pers, apalagi melakukan backing kepada pihak manapun. Setiap ada pelanggaran dibidang Kepabeanan dan Cukai, akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam rilis itu juga disampaikan, berita yang dimuat dan diviralkan, insan pers belum melakukan konfirmasi kepejabat BC Tanjungpinang yang berwenang. Konfirmasi terkait pemberitaan, baru dilakukan pada hari Kamis, 1 Februari 2018 sekitar pukul 11.50 WIB,  setelah berita negatif terbit dan diviralkan.

"Benar kita telah melakukan penegahan terhadap kapal KLM Hasbi 06, tanggal 31 Januari 2018 dan dilakukan pembongkaran barang dari kapal untuk dipindahkan ke gudang yang disewa secara resmi. Karena gudang milik KPPBC TMP B Tanjungpinang dalam kondisi penuh," katanya.

Dijelaskan, tindakan penegahan merupakan upaya hukum dalam rangka menindak kegiatan yang diduga melakukan pelanggaran di bidang Kepabeanan. Penegahan terhadap kapal tersebut, saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan mendalam. Jika proses pemeriksaan sudah cukup dan lengkap, akan dilakukan konferensi pers.

"Saat ini, kita masih melakukan proses pemeriksaan. Jika sudah selesai dan data sudah lengkap, akan segera kita rilis atau gelar konferensi pers," pungkasnya. (hasian)