Batam, News, Kepri

Sespimmen Polri Pamerkan Karikatur Tema "Gitu Aja Kok Repot" di Batam

Egi | Senin 18 Sep 2023 22:34 WIB | 560

Politisi
Polri
Lukisan
Pameran


Salah satu pengunjung yang melihat pameran lukisan di Grand Mall Batam, Senin (18/9) foto:egi


MATAKEPRI.COM BATAM -- Kegiatan Sespimmen Polri Pameran Karikatur bertema "Gitu Aja Kok Repot" digelar di Grand Mall Kota Batam selama lima hari, dimulai sejak Jumat 16 September 2023 hingga Selasa 19 September 2023.


Serdik Sespimmen Polri 63 Kompol Belen Anggara Pratama, selaku yang mempunggawangi kegiatan ini mengatakan, ini merupakan ide dari Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana.


Dalam hal ini Polri hadir dengan cara berbeda melakukan pendekatan dengan masyarakat. Termasuk dengan karya seni yang ada. Salah satu konsepnya adalah mendekatkan model pendekatan kepolisian dengan budaya seni.


"Intinya di tahun politis menjelang pesta demokrasi ditahun 2024 perlu adanya suatu sistem, dimana mode kepolisian yang tepat digunakan salah satunya adalah melalui pendekatan art polisi," kata Belen, Senin (18/9/2023) sore. 


Polisi dan Pemolisian ini hadir dalam bentuk apasaja. Seperti pameran karikatur ini.


"Disini masyarakat bisa paham bagaimana melakukan pemilu secara damai dan secara bermatabat," bebernya. 


Dilanjutkan Belen, pameran metode ini selain pendekatan melalui seni, edukasi dan budaya, hal seperti ini bisa langsung nancap di hati masyarakat.


"Polisi mengajak masyarakat untuk mengenal seni karikatur, selain itu masyarakat juga terhibur oleh kehadiran karikatur ini," tuturnya. 


Karikatur yang dipamerkan ini menurut Belen merupakan karya-karya ternama sang maestro yang ada di Indonesia seperti Sudi Purwono, Gatot Eko Cahyono, Anwar Rosyid, Itok Isdiyanto Iskandan hingga pelukis Joko Kisworo.


"Ini merupakan karya maestro terbaik yang ada. Dengan adanya pameran ini kita bisa melihatkan kepada masyarakat bagaimana pemilu damai itu," sebutnya.


Pameran Gitu Aja Kok Repot juga sudah dilakukan diseluruh Indonesia termasuk di Batam dan dipilihnya Batam, karena Batam adalah salah satu Ikon di Indonesia. Selain itu Kultur di Batam sangat beragam dan merupakan pintu masuk ke Indonesia.


"Sehingga dengan adanya program Art Polisi ini kita bisa mengedukasi masyarakat dengan pentingnya menjaga budaya, integritas bangsa dan sebagai representasi bangsa Indonesia," tegasnya.


Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, Karikatur maupun kartun di tahun politik dapat menjadi oase untuk berpolitik dengan mesem hati adem ayem.


Walaupun ada kritik namun tetap santun dan fun yang digambarkan secara surealis satir karikatural model guyon maton atau guyon parikeno.


Kecerdasan sang karikaturis terlihat pada ide teknik dan kritik tegas namun tetap pada koridor yang humanis dalam penyampaiannya.


"Yang dikritik tidak marah walau kuping atau wajahnya memerah namun tetap diikuti senyuman bahkan bisa tertawa lebar. Dampaknya ada penyadaran dan transformasi kebaikan dan kebenaran," sebutnya.


Kartun dan karikatur sama-sama mencerahkan, menghibur dan memberi ruang bagi para senimannya berkarya melampiaskan ide gagasan cerdas dalam bentuk rupa. Berdialog dengan cara yang fun membuat kepala dingin dan tidak terprovokasi anarkisme.


"Situasi di tahun politik banyak hal yang tidak diinginkan, dapat dikatakan membuat hati tidak nyaman. Keberadaannya sering dianggap duri dalam daging, dikhawatirkan mengganggu atau merusak suasana mesem yang adem ayem. Namun di dalam dunia seni kartun dan karikatur tokoh yang nyebelin malah dikangenin," tandasnya (egi) 


Redaktur: ZB



Share on Social Media