Nasional , News, Olahraga, Soccer

Terkait Penyerangan WNI, Menpora : Pemerintah Malaysia Harus Minta Maaf Secara Resmi

Juliadi | Minggu 24 Nov 2019 13:40 WIB | 251

Kebijakan


Menpora RI Zainudin Amali (Foto : Istimewah)


MATAKEPRI.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali, menyatakan pemerintah Malaysia harus minta maaf secara resmi terkait penyerangan warga negara Indonesia di Kuala Lumpur.


Zainudin mengaku telah mengetahui permintaan maaf dari Menpora Malaysia, Syed Saddiq, yang disampaikan melalui media sosial.


"Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia," ujar Zainudin.


Politikus Partai Golkar itu menilai Malaysia harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi karena Indonesia telah melayangkan surat secara resmi kepada pemerintah Malaysia agar mengusut tuntas insiden, serta menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.


"Jadi karena kami sudah mengirim surat secara resmi, semestinya Pemerintah Malaysia juga harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi pula," tegasnya di Surabaya, Minggu (24/11).


Zainudin juga mengungkit permohonan maaf Menpora RI sebelumnya, Imam Nahrawi, yang langsung meminta maaf setelah insiden yang melibatkan suporter dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 September 2019.


"Saat itu Pemerintah Indonesia langsung meminta maaf secara resmi. Bahkan, Menpora kita yang ketika itu dijabat Pak Imam Nahrawi datang langsung ke Menpora Malaysia untuk menyampaikan permintaan maaf," katanya.


"Kalau meminta maaf secara resmi nanti pasti dimaafkan kok. Asalkan juga ada kepastian bahwa pelaku penganiayaan telah diproses secara hukum," lanjut Zainudin.


Insiden penyerangan WNI di Kuala Lumpur merebak setelah video pemukulan viral di media sosial setelah laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia dan Indonesia, Selasa (19/11).


Selain panas karena video penyerangan yang viral, media sosial juga sempat ramai karena Saddiq tak langsung meminta maaf dan menyatakan pemukulan terhadap WNI adalah hoaks. (***/CNNIndonesia.com