Batam

PT TJK Power Mendukung Kelistrikan Batam Dengan Tambahan Pembangkit Listrik

Egi | Sabtu 10 Aug 2019 19:07 WIB | 396

Pembangunan
Bright PLN


Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah (Foto:Egi)


MATAKEPRI.COM,BATAM-Dalam 2 (dua) tahun ke depan PT TJK Power menyatakan kesiapannya untuk mendukung sistem kelistrikan di Pulau Batam dengan membangun tambahan pembangkit listrik. Hal ini di ungkapkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah. Sabtu (10/8).

PT TJK Power merupakan perusahaan penyedia tenaga listrik yang sedang membangun dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara diwilayah Tanjung Kasam kota Batam.

"Rencana ini sudah kita sampaikan ke pihak PLN Batam, bahwa kami sudah siap melaksanakan rencana Fase 2 tersebut. Hanya saja kita belum berani membangunnya karena belum ada perintah dari PLN, meski begitu saya rasa dalam waktu dekat ini sudah mulailah. Supaya suplay listrik lancar dan tidak ada lagi gangguan,"ucap Ahmad Baihaqi Basyarah.

Sejak tahun 2012 PLTU Tanjung Kasam yang berkapasitas 2x55 MW mulai beroperasi dan  merupakan pembangkit listrik yang cukup handal, dan berhasil memasok listrik di atas 85% (availabilityfactor/AF) kepada PT PLN Batam hingga saat ini.

"Semenjak tahun 2012 hingga saat ini, rata-rata kami berhasil memasok listrik di atas 85% (availabilityfactor/AF) kepada PT PLN Batam," Ungkapnya.

Sepanjang tahun 2019 PT TJK Power mendukung PT PLN Batam untuk mengundurkan jadwal pemeliharaan Major yang seharusnya setiap lima tahun sekali dari bulan Juli 2019 menjadi bulan Oktober 2019.

"Meskipun PLN Batam meminta untuk pengun duran pemeliharaan Major yang bisa meningkatkan resiko gangguan pada mesin pembangkit, kami berharap nantinya tidak ada gangguan, dan bisa berjalan dengan normal. Tentunya juga mengurangi pemadaman listrik kepada masyarakat,"terangnya.

Beberapa tahun yang lalu, terkait rencana PLTU pada tahap kedua sudah ajukan proposal kepada pihak PLN Batam. 

"Infrastruktur pendukung sudah siap,tinggal persetujuannya saja, dan diharapkan dalam waktu sekitar dua tahun sudah bisa beroperasi,"imbuhnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP)no 23 tahun 2014 dimana penambahan kapasitas pembangkit anp ada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung.

Dengan adanya aturan ini,maka pengembangan PLTU TJK Power fase 2 dapat dilakukan TJK dilokasi yang sama dimana lokasi lahan saat ini memang sudah di siap kan untuk empat (4) unit PLTU.Dengan adanya mekanisme penunjukan langsung ini

maka tidak diperlukan mekanisme tender sehingga TJK memiliki hak untuk pengembangan bisnis fase 2,"ungkapnya.

Ahmad Baihaqi juga menyatakan bahwa kecukupan energi listrik di Batam menjadi hal vital jika melihat banyaknya pembangunan infrastruktur,perumahan,kawasan wisata

dan industri serta sejalan dengan upaya kita dalam menarik dan meningkatkan investor

asing serta turis mancanegara kepulau Batam dan sekitarnya.Maka dari itu, Kami siap membangun pembangkit baru segera mungkin,"tutupnya.(EAG)