Batam, News, Kepri

Anggota Komisi IV DPRD Batam Minta Direktur RSUD EF Lengkapi Sarpras Penanganan Covid-19

Egi | Jumat 03 Apr 2020 10:57 WIB | 883

Legeslatif/DPRD
RSUD
Corona


Anggota komisi IV DPRD Batam, Nina Mellanie di ruang kerja (foto:egi)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah klarifikasi terkait beredarnya informasi almarhum pasien positif Covid-19 berinisial J diterlantarkan oleh tim medis saat masa perawatan," Jum'at (3/4/2020).


Anggota komisi IV DPRD Batam, Nina Mellanie mengatakan chat pribadi dari pasien beredar tersebut, kita minta langsung klarifikasi dari pihak RSUD Embung Fatimah.


"Yang saya tanyakan, SOP nya seperti apa selama pasien terindikasi PDP. Tadi ada yang dua PDP, ada yang dalam perawatan dan ada yang bisa keluar," kata Nina setelah melaksanakan rapat koordinasi strategi dan kebutuhan penganggaran penaganan Covid-19 DPRD Kota Batam dengan Pemko Batam, Kamis (2/4/2020).


Lanjutnya, kalau yang masih status PDP ini membaca curhatan dari almarhum J, itu berakibat dropnya status PDP, dan imun turun.


"Apa yang membantu pasien untuk sembuh?. Yaitu stamina pasien itu sendiri, alat medis yang mendukung, dan dari sikis. Kalau dari sikis merupakan terbentuknya imun kalau kita tidak stres," bebernya.


"Kalau dia sudah stres, bagaimana pasien itu bisa membaik,. Jangan sampai pasien yang dirawat, sikisnya terganggu dan imunnya turun," tambahnya.


Adapun klarifikasi yang disampaikan oleh Direktur RSUD Embung Fatimah tadi dikarenakan, gedung tersebut masih kekurangan sarana dan prasarana.


"Gedung Kirana tempat dirawatnya pasien Covid-19 masih kekurangan sarana dan prasarana, dan Dr Nunung tadi juga menyampaikan, butuh waktu untuk tenaga medis untuk masuk ke ruangan isolasi," bebernya.


Kekurangan sarana dan prasarana di RSUD Embung Fatimah salah satunya tidak ada bell panggilan pasien yang tersedia.


"Selama ini, komunikasi pasien lewat handphone, dan cctv yang gunanya untuk pemantauan pasien juga tidak ada," tuturnya.


Direktur RSUD Embung Fatimah akan melakukan pemasangan CCTV di setiap ruangan isolasi Covid-19 dan pemasangan bell pemanggil pasien jika ada kebutuhan yang diperlukan, (egi)