Nasional , News, Ekonomi

Pemerintah Pastikan Tiket Pesawat Turun 16 % Per 15 Mei

Viktor | Selasa 14 May 2019 15:18 WIB | 63

Pesawat


istimewa


MATAKEPRI.COM, Batam - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sampai dengan 16%. Hal itu diputuskan dalam rapat koordinator (rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (13/5).


Keputusan ini dilakukan setelah harga tiket pesawat melambung tinggi selama beberapa bulan. Bahkan tercatat, mahalnya tiket turut serta menyumbang inflasi ke perekonomian.


"Kita sudah rapat kedua dan minggu lalu sudah ada kesepakatan bahwa perkembangan dari tarif angkutan udara itu sudah naik tinggi, angkutan lain juga naik tapi angkutan udara naik relatif lebih tinggi," terang Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (13/5).


Pertama, mengenai kenaikan tiket pesawat. Darmin mengatakan, selama kuartal I-2019 telah terjadi kenaikan harga di tingkat produsen atau maskapai sebesar 11,4%. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan angkutan penumpang lainnya.


Seperti tarif angkutan darat yang sebesar 1,69% (Bus), kereta api sebesar 2,44%, angkutan laut sebesar 2,01%, angkutan penyeberangan sebesar 1,69%. Menurut Darmin, kenaikan harga tiket pesawat selama kuartal I-2019 berdampak pada pengeluaran rumah tangga dan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.


Kedua, pemicu laju inflasi. Tercatat, pada April 2019 terjadi inflasi sebesar 2,27% (MtM), sedangkan Year-on-Year (YoY) sebesar 30,07%.


Selanjutnya, kenaikan dari Februari ke Maret 2019 menyumbang inflasi sebesar 2,13%, sedangkan secara year on year (tahunan) naik 27,34%.


"Jadi memang diapakan pun hasil temuannya, bebannya terlalu besar kenaikannya. Saya tidak bicara tiket satu per satu tetapi inflasinya, inflasinya semua maskapai angkutan udara," ujar dia.


Oleh karenanya, pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12-16% dan berlaku efektif pada 15 Mei 2019.


"Tugas pemerintah menjaga keseimbangan maskapai dengan konsumen," tutur Darmin (**)


Sumber : Detik.com