International, News, Hukum & Kriminal

15 April, Warga Korut Memberi Penghormatan Kepada Mendiang Kim Il-Sung

Moria | Senin 15 Apr 2019 14:42 WIB | 212



Warga Korut berikan penghormatan kepada mendiang Kim Il-Sung (Istimewa)


MATAKEPRI.COM, Pyongyang - Hari lahir Kim Il-Sung yang disebut sebagai Hari Matahari merupakan hari terpenting di Korut. Puluhan ribu warga Korea Utara (Korut) memberikan penghormatan kepada mendiang Kim Il-Sung, pendiri rezim Korut, yang hari lahirnya diperingati pada 15 April ini. 

Kim Il-Sung yang merupakan kakek pemimpin Korut Kim Jong-Un ini, dilahirkan pada 15 April 1912 dan meninggal dunia pada 8 Juli 1994. Hari lahir Kim Il-Sung diperingati setiap tahunnya secara besar-besaran oleh rakyat Korut. 

Sejak kecil warga Korut diajari  untuk memuji dinasti Kim, yang terdiri atas Kim Il-Sung (kakek), Kim Jong-Il (ayah) dan Kim Jong-Un (cucu).

Sejak pagi hari, kerumunan warga mendatangi bukit Mansu di Pyongyang, yang menjadi lokasi patung perunggu raksasa mendiang Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il, dua pemimpin Korut yang sangat dihormati warga rezim komunis tersebut. 

Sejumlah peleton tentara, para staf unit kerja berserta para keluarga dan turis sebuah berbaris di hadapan patung kedua pemimpin Korut itu. Mereka meletakkan bunga-bunga di bawah patung tersebut.

"Mari kita beri penghormatan kepada presiden terhebat Kim Il-Sung dan pemimpin besar Kim Jong-Il," ucap pembawa acara di lokasi, yang membuat semua warga Korut yang hadir membungkukkan badan secara kompak ke hadapan patung mendiang Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il.

Para tentara Korut yang hadir turut memberikan sikap hormat mereka. Tidak sedikit warga Korut yang merasa terharu dan tak kuasa menahan air mata saat memberikan penghormatan kepada tokoh pendiri Korut itu.

Image result for Puluhan Ribu Warga Korut Beri Penghormatan ke Mendiang Kim Il-Sung

Salah satunya Ra Man-Ok (84) yang seorang pensiunan kolonel militer Korut. Ra tampak menyeka air matanya saat berdiri di hadapan patung raksasa kedua pemimpin Korut itu. Setelah membungkukkan badannya ke arah patung raksasa itu, Ra berjalan mundur lalu memberikan sikap hormat keduanya sebelum meninggalkan lokasi.

"Saya ingin memberikan penghormatan saya dengan semangat saya untuk para pemimpin besar karena saya terlalu tua untuk membayar kemurahan hari mereka dengan tenaga saya," ucap Ra kepada AFP. Dia tampak memakai seragam militernya dipakai dalam parade militer beberapa dekade lalu. 

"Moto saya adalah semua orang bisa menyadari harapan mereka dengan hanya mematuhi para pemimpin partai kita menghadapi semua cobaan dan kesulitan," imbuhnya.

Diketahui bahwa warga Korut pada umumnya selalu memberikan dukungan penuh untuk otoritas Korut jika berbicara kepada media-media asing. 

"Saya akan memenuhi tanggung jawab saya untuk menegakkan kepemimpinan Marshal Kim Jong-Un yang dihormati dan akan memastikan putra-putra saya menjadi prajurit setia yang dengan setia mematuhi kepemimpinan marshal yang dihormati," ucap seorang warga Korut, Ri Yang-Myong (60), yang berprofesi sebagai insinyur.

Ri membawa serta cucu perempuannya yang berusia 5 tahun, Ji Ye, saat mendatangi patung mendiang Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il. Dinyatakan Ri bahwa dirinya ingin mengajari cucu perempuannya soal tradisi keluarga.

"Sudah menjadi kewajiban dalam keluarga saya untuk Mengunjungi tempat ini saat hari libur nasional. Saya ingin memastikan dia (cucunya) memiliki semangat kesetiaan," tutupnya.

(**)

Sumber : detiknews



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait