Batam

Gara - gara ini RSUD Embung Fatimah Sekarat!

| Rabu 14 Jun 2017 14:20 WIB | 1298

Pelayanan Publik
Kesehatan
Aset Daerah


RSUD Embung Fatimah Batam


MATAKEPRI.COM, Batam - Akibat terlilit sejumlah hutang piutang yang belum kunjung diselesaikan, sejumlah program atau kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah (EF) Kota Batam  mandek.

"RSUD sekarang sudah sekarat sehingga harus hidup kembali. Piutang masih sangat banyak, olehnya banyak program tidak bisa dijalankan dengan baik," ujar Direktur RSUD EF, Dr Gunawan Budi Santosa ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD Kota Batam, Selasa (13/6).

Dirinya menyebutkan, jenis piutang dimaksud yakni masih belum kunjung terbayarkannya dana Jamkesmas dari BPJS Kesehatan selama periode kepemimpinan sebelumnya. Dimana jika diakumulasikan sebesar RP14,2 miliar versi RSUD EF, selain itu juga masih ada faktor lainnya.

"Jenisnya macam-macam saya tidak bisa merincikan secara detail, karena masih dipelajari, sebab unuk masalah hutang-piutang ini sekarang sedang diverifikasi sampai benar-benar jelas," katanya.

Dia melanjutkan, masalah hutang piutang ini juga akan dikonsultasikan kepada pihak terkait, mulai dari Inspektorat Kota Batam, BPKAD dan BPKP untuk mencari solusi terbaik akan mekanisme penyelesaiannya. "Kita juga telah rapat internal karena semua bagaian adalah orang baru termasuk keuangan,"timpalnya.

Pembahasan tersebut akan dilaksanakan secara marathon, karena dalam prinsipnya semua hutang piutang harus jelas darimana asalnya, sehingga bisa dijadikan laporan pembayaran periode tersebut. "Semua harus ada garis jelas, ketika wewenang mulai dari saya dilantik. Kita akan verifikasi semua, mana bisa ditolerir untuk direalisasikan dan yang menjadi tanggung jawab sebelum saya," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono meminta Pemko Batam untuk segera menelusuri apa yang menjadi kendala sehingga masih banyaknya piutang belum terbayarkan serta hutang belum dibayarkan.

"Kita harus sesuai mekanisme, serta mencari tahu bagaimana pihak BPJS itu belum bisa membayar hutang, tentu mereka ada alasan tersendiri, apakah kelengkapan administrasi belum lengkap," katanya.

Padahal, lanjutnya, dana tersebut bisa dialokasikan kepada kegiatan dan program lain, seperti peningkatan sarana dan prasarana sehingga masyarakat Batam bisa merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan.

"Sejatinya bagaimana RSUD disini bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sekaligus mampu memberikan fasilitas terbaik sebab setiap warga negara berhak mendapatkan layanan kesehatan," pungkas politisi Golkar ini. (*/hk)