Batam, News

Tingkatkan Keterampilan, 50 Ibu-ibu Belajar Bikin Batik

Egi | Selasa 18 Feb 2020 19:45 WIB | 1280



Foto bersama peserta pelatihan bikin batik (foto:egi)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri menggelar pelatihan membatik selama tiga hari, Selasa (18/02/2020).


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri, Misni mengatakan pelatihan itu gunanya untuk meningkatkan keterampilan perempuan.


"Setelah pelatihan membatik, sebanyak 50 ibu-ibu ini diharapkan dapat mengembangkan skill yang sudah diberikan oleh pelatih, minimal adalah dasar-dasarnya. Kalau skill nya itu dikembangkan maka akan bisa memiliki nilai ekonomi, yakni memiliki pendapatan dari ilmu yang sudah diajarkan itu," kata Misni pada Senin 18 Februari 2020 di Best Western Premier Panbil Hotel, Batam.


Menurutnya, agar perempuan bisa berkontribusi dalam pendapatan itu maka harus dilakukan peningkatan kapasitas, apalagi Batam adalah Kota Wisata dan sangat banyak dikunjungi oleh Wisatawan.


Tentu batik adalah salah satu daya tarik yang bisa dijual kepada wisatawan yang datang ke Batam. Hal itu juga sejalan dengan yang dikembangkan oleh Deskranasda Kota Batam, Marlina Agustina Rudi.


"Batik yang akan diajarkan nantinya bervariasi, salah satunya adalah lebih kepada batik ikan Marlin, yang terpenting adalah bagaimana peserta yang dilatih itu memahaminya," ungkapnya.


Ditambahkannya, setelah pelatihan itu, peserta akan diberikan alat pelatihan untuk membatik, yakni secara kelompok. Agar tetap bisa mengembangkan ilmunya dan akan dibina oleh para ahlinya.


Perempuan harus bisa mandiri, agar tidak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, yakni perempuan harus berperan dalam membagi ekonomi keluarga.


"Pelatihan membatik ini adalah kegiatan pertama dari kami, nantinya bakal ada lagi beberapa pelatihan lainnya yang akan kita buat, yakni pelatihan life skill untuk peningkatan kapasitas perempuan Kepri," tutupnya (egi)