Batam, News, Hukum & Kriminal, Pendidikan

Terjadi pemalakan yang berujung pelecehan terhadap siswa di SMP

Viktor | Kamis 20 Jun 2019 23:06 WIB | 1227

Asusila
Kriminalisasi


ilustrasi pelecehan seksual


MATAKEPRI.COM Batu Aji - sempat terjadi pemalakan yang berujung kepada Pelecehan kepada siswa-siswi SMPN 38 Batam, oleh sekelompok anak punk yang biasa berkumpul tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut.


Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ibu Alfida Hasan, selaku kepala sekolah SMPN 38 Batam saat di minta oleh walikota Batam untuk dilakukan penambahan beberapa Rombongan belajar, di acara penyelesaian masalah PPDB di SMPN 9 Batam pada Senin, (17/6) lalu.


Alfida mengatakan kepada Matakepri.com pada Rabu (19/6) kemarin di Aula SMKN 1 Batam bahwa kejadian tersebut memang telah terjadi beberapa tahun lalu.


Alfida menjelaskan, bawah sebelum nya pihak sekolah melakukan doubel shift kepada siswa nya, yang membuat mereka harus pulang sekita pukul 17.30 wib.


" kejadian tersebut tepatnya pada akhir 2016 lalu, jadi setelah ada kejadian tersebut, pada tanggal 2 Januari 2017 lalu, baru kita buat seluruh siswa untuk masuk Pagi semua " ucapnya.


Diketahui bahwa anak punk tersebut mendatangi area sekolah saat anak-anak tersebut akan pulang sekolah, dan mereka yang datang itu bukan hanya orang yang sama. Melainkan ada beberapa gerombolan anak punk yang ke area lokasi.


Tujuan mereka sebenarnya hanya ingin mengambil uang para siswa-siswa nya. Namun, mereka mencari uang tersebut dengan cara menggerayangi tubuh para siswa maupun siswi nya.


" Tentunya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami langsung melaporkan hal tersebut kepada RT, RW, LURAH, CAMAT bahkan ke Pihak kepolisian di Polsek Batu Aji " jelas ibu kepala sekolah tersebut.


Namun saat pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian, kemudian Anak-anak punk tersebut langsung melarikan diri semua, setelah melihat ada mobil polisi menuju ke arah mereka biasa berkumpul.


Alfida melanjutkan, setelah para siswa di SMPN 38 tersebut masuk pagi semua, kejadian serupa tidak pernah terulang kembali.


" Namun apabila Dinas Pendidikan, meminta kami untuk melakukan doubel shift lagi, maka kami akan minta pengawasan blagi kepada pihak kepolisian " tambahnya.


Menanggapi Hal tersebut, walikota Batam meminta kepada pihak sekolah untuk bisa membuat surat tembusan ke walikota Batam.


" Nanti ibu bisa buat surat dan di tembuskan ke saya, nanti akan saya terjunkan dari Polresta Barelang " ucap walikota Batam saat di SMPN 9 Batam pada Senin lalu. (Agung.AM)