Batam, News, Kepri
Egi | Minggu 25 Oct 2026 22:01 WIB | 158
Vihara Cetya Hui Tek Kiong Batam menyalurkan 1000 beras kepada masyarakat (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Peresmian gedung baru Vihara Cetya Hui Tek Kiong di Kota Batam, Kepulauan Riau, tidak hanya menjadi momentum bagi umat untuk merayakan perkembangan rumah ibadah tersebut. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan masyarakat melalui penyaluran 1.000 paket beras, Minggu (25/10/2026).
Vihara Cetya Hui Tek Kiong ini berada di Taman Kota Baloi, Kecamatan Lubuk Baja,Kota Batam, Kepulauan Riau.
Bantuan berupa beras seberat lima kilogram per paket itu disalurkan kepada 300 pengemudi ojek online (ojol) dan 700 warga dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Kegiatan sosial tersebut digelar oleh Vihara Cetya Hui Tek Kiong yang berada di bawah naungan Yayasan Mitra Mulia Yapindo. Aksi berbagi ini menjadi bagian dari rangkaian peresmian gedung vihara yang proses pembangunannya berlangsung selama tujuh bulan.
Perwakilan dari Vihara Cetya Hui Tek Kiong, Efendi Tan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan antara pengurus vihara dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, kegiatan sosial tidak seharusnya hanya dilakukan pada momentum tertentu, seperti perayaan hari besar keagamaan, ulang tahun, maupun peresmian tempat ibadah.
"Kepedulian sosial perlu diwujudkan secara berkelanjutan melalui tindakan nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Efendi.
Ia menjelaskan, vihara tidak hanya menjadi tempat umat Buddha menjalankan ibadah dan mendalami ajaran agama. Lebih dari itu, rumah ibadah juga dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan, welas asih, serta kepedulian terhadap sesama.
Prinsip tersebut, lanjut Efendi, diterapkan melalui berbagai kegiatan sosial yang terbuka bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Bantuan beras yang diberikan kepada pengemudi ojol dan warga sekitar diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mempererat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Efendi menambahkan, kegiatan berbagi bukan kali pertama dilakukan oleh pihak vihara. Selama ini, pengurus juga kerap menyalurkan bantuan ke sejumlah permukiman warga, khususnya yang berada di sekitar rumah ibadah tersebut.
Ke depan, jangkauan kegiatan sosial itu direncanakan semakin luas, termasuk dengan mengunjungi panti asuhan.
"Kegiatan serupa juga kerap kami lakukan di berbagai permukiman warga, terutama warga sekitar vihara. Ke depan, kami juga akan masuk ke beberapa panti asuhan untuk berbagi," ujarnya.
Vihara Cetya Hui Tek Kiong mulai beraktivitas di Batam pada 2010 setelah berpindah dari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Selama kurang lebih 16 tahun berada di Batam, vihara tersebut terus berkembang bersama umat dan masyarakat di sekitarnya.
Saat ini, jumlah jemaatnya diperkirakan mencapai 400 orang. Meski demikian, pengurus menegaskan bahwa vihara terbuka bagi masyarakat yang ingin datang dan mengenal lebih jauh kegiatan di dalamnya.
"Untuk saat ini, kita ada sekitar 400 jemaat. Kita tidak ada batasan, kita terbuka," tutur Efendi.
Dalam pelaksanaan pembagian bantuan, panitia menggunakan sistem kupon untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib. Paket beras terlebih dahulu diserahkan secara simbolis oleh masing-masing koordinator sebelum dibagikan kepada para penerima.
Antusiasme masyarakat yang datang membuat pengaturan antrean menjadi salah satu perhatian panitia. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Babinsa bersama personel Bhabinkamtibmas Polsek Lubuk Baja turut membantu mengatur warga selama kegiatan berlangsung.
Kepedulian tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan pengemudi transportasi daring di Batam.
Perwakilan pengemudi ojol sekaligus Ketua Komando, Feriandi Tarigan, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Vihara Cetya Hui Tek Kiong atas bantuan yang diberikan kepada komunitas pengemudi ojol.
Menurut Feriandi, sebanyak 300 paket beras disalurkan kepada para pengemudi yang berasal dari sejumlah platform transportasi daring.
"Ada 300 paket beras yang disalurkan kepada komunitas kami dari berbagai platform, di antaranya Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee," kata Feriandi.
Ia menilai bantuan tersebut memiliki arti tersendiri bagi para pengemudi yang setiap hari menghabiskan waktu di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah aktivitas mencari nafkah, perhatian dari berbagai pihak dinilai menjadi bentuk dukungan yang dapat meringankan beban para pekerja sektor informal tersebut.
Feriandi berharap kegiatan sosial yang dilakukan Vihara Cetya Hui Tek Kiong dapat menjadi inspirasi bagi rumah ibadah lainnya untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada momentum peresmian gedung, tetapi terus berlanjut melalui kegiatan sosial secara rutin.
Menurutnya, dampak kegiatan berbagi akan semakin besar apabila dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Penyaluran 1.000 paket beras ini menjadi salah satu contoh bagaimana rumah ibadah dapat mengambil peran dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selain menjadi tempat menjalankan kegiatan keagamaan, rumah ibadah juga memiliki kesempatan untuk memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Pada akhirnya, keberadaan rumah ibadah tidak hanya dimaknai melalui bangunan fisik yang berdiri megah, tetapi juga melalui nilai kemanusiaan dan kepedulian yang diwujudkan bagi sesama.(Egi)
Redaktur: ZB