Batam, News, Kesehatan, Kepri
Egi | Senin 19 Oct 2026 21:47 WIB | 249
Karyawan RSIA Royal Medika bagikan langsung masker kepada pengguna sepeda motor (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Royal Medika dengan membagikan 250 boks masker kepada warga di Simpang Franky, Kecamatan Batam Kota, Senin (19/10/2026) sore.
Aksi sosial ini dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang sempat mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara di Kota Batam.
Pembagian masker tersebut menjadi langkah nyata RSIA Royal Medika untuk membantu masyarakat mengurangi paparan partikel di udara, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Direktur RSIA Royal Medika, dr. Ratna L, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi rumah sakit dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.
“Ini bentuk partisipasi kita dalam kondisi kabut asap. Pemerintah Kota Batam juga sudah melakukan upaya penanganan. Kami dari rumah sakit ingin ikut mengambil bagian dengan membantu masyarakat melalui pembagian masker,” ujar dr. Ratna di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan pengobatan, tetapi juga perlu diimbangi dengan langkah pencegahan, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan pernapasan.
Data BMKG pada Senin (19/10/2026) mencatat jarak pandang di Bandara Hang Nadim mencapai 8 kilometer pada pukul 13.00 WIB. Namun, kondisi jarak pandang tersebut tidak serta-merta mencerminkan kualitas udara di seluruh wilayah Batam.
"Kabut asap menjadi perhatian karena paparan partikel di udara dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, RSIA Royal Medika turut melibatkan karyawan dan mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan Simpang Franky.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan kesehatan dan lingkungan di sekitarnya.
“Kami melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Selain karyawan, mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kami ingin mengajak mereka untuk sama-sama peduli,” katanya.
Kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan ini menjadi salah satu bentuk gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kondisi lingkungan.
Menurut dr. Ratna, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan hingga masyarakat itu sendiri.
"Di tengah kondisi kabut asap, kita meminta kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk," imbauan nya.
Penggunaan masker yang sesuai, membatasi paparan udara luar, serta mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran kesehatan dari instansi berwenang menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Melalui pembagian 250 boks masker tersebut, RSIA Royal Medika berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan, terutama ketika menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan tubuh.
“Langkah sederhana ini kiranya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” tutupnya.(Egi)
Redaktur: ZB