Batam, News, Kepri

CCTV Tak Rekam Detik Awal Gangguan, PLN Batam Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Egi | Minggu 18 Oct 2026 21:19 WIB | 127

Bright PLN


Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan sejumlah temuan penyebab blackout di Batam (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - Sejumlah kejanggalan ditemukan PT PLN Batam saat menelusuri gangguan kelistrikan yang memicu blackout atau pemadaman listrik secara meluas di wilayah Batam-Bintan pada 12 Oktober 2026.

Temuan tersebut meliputi posisi kamera pengawas atau CCTV yang bergeser dari posisi normal hingga kawat pagar pengaman di sekitar gardu induk yang diketahui tidak bertegangan.

Meski demikian, PLN Batam belum dapat menyimpulkan penyebab pasti gangguan yang mengakibatkan terhentinya pasokan listrik tersebut. Penyelidikan masih berlangsung dan menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan sejumlah temuan itu saat memaparkan kronologi gangguan, mulai dari awal kejadian hingga proses pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah posisi CCTV di kawasan Gardu Induk Sungai Harapan. Kamera pengawas tersebut diketahui telah bergeser dari posisi normal sehari sebelum blackout terjadi.


Kondisi itu membuat rekaman CCTV tidak dapat memperlihatkan secara langsung sumber percikan yang muncul di salah satu trafo dan diduga berkaitan dengan awal gangguan kelistrikan.

Kwin Fo menjelaskan, terdapat perbedaan waktu pada rekaman kamera pengawas karena pengaturan jam yang menggunakan waktu Singapura.

“Di CCTV percikan itu terjadi sekitar pukul 07.30, karena setingan jamnya memakai waktu Singapura,” ungkapnya.

Selain posisi kamera, keberadaan hewan yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut juga menjadi bagian dari penelusuran.

Menurut Kwin Fo, tim pertama yang tiba di lokasi setelah kejadian tidak menemukan hewan yang diduga menjadi pemicu gangguan. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, ditemukan seekor hewan dalam kondisi lemas di lokasi tersebut.

PLN Batam belum mengungkapkan jenis hewan yang ditemukan. Perusahaan juga belum memastikan apakah keberadaan hewan tersebut memiliki hubungan langsung dengan percikan yang terjadi pada peralatan kelistrikan.

“Kami belum bisa memastikan apakah hewan liar tersebut menjadi penyebab percikan api. Karena CCTV tidak menangkap langsung kejadian itu, sehingga kami menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib,” jelas Kwin Fo.

Kawat Pengaman Jadi Sorotan

Temuan lain yang turut menjadi perhatian adalah kondisi kawat listrik pengaman yang mengelilingi area gardu induk.

Kwin Fo menyebut kawat tersebut diketahui tidak bertegangan. Padahal, berdasarkan prosedur operasional standar (SOP) yang dijelaskan, kawat pengaman itu seharusnya dialiri listrik untuk membantu mencegah hewan liar memasuki area gardu.


Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui kaitannya dengan gangguan yang terjadi.

Meski sejumlah temuan telah diperoleh dari pemeriksaan awal, PLN Batam belum menarik kesimpulan mengenai penyebab blackout yang berdampak pada sistem kelistrikan Batam-Bintan tersebut.

Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan Polda Kepulauan Riau bersama Bareskrim Polri guna mengungkap penyebab pasti gangguan, termasuk menelusuri berbagai temuan di lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan aparat kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor yang memicu gangguan kelistrikan pada 12 Oktober 2026.(Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media