Batam, News, Hukum & Kriminal

Sungguh Pilu, Korban Tewas Kecelakaan Bimbar akan Menikah Lima Hari Lagi

Agung | Senin 17 Feb 2020 12:29 WIB | 2592

Polresta Barelang
Satlantas
Rumah Sakit
Satlantas
Lalu Lintas


Suasana di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah yang dipadati oleh keluarga korban kecelakaan tragis di Bukit Dieng. (F : A


MATAKEPRI.COM BATAM -- Koban tewas dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Bukit Daeng, pada Senin (17/2) pagi tadi, bernama Sri Wahyuni yang telah melakukan persiapan dan akan melangsungkan pernikahan pada Sabtu (22/2) mendatang.


Di sampaikan oleh Nur Wahid selaku Ketua I Ki Magetan Batam, bahwa almarhumah Sri Wahyuni yang juga menjadi anggota dalam perkumpulan tersebut, akan melangsungkan pernikahan di kampung halaman nya, yang berlokasi di Magetan, Jawa timur.


Hari ini, adalah hari terakhir almarhum Sri Wahyuni untuk bekerja, sekaligus untuk menyerahkan form cuti kepada pihak perusahaan ditempatnya bekerja.


       • Baca juga : BREAKINGNEWS : BIMBAR Kembali Terlibat Kecelakaan Tragis di Bukit Daeng

       • Baca juga : Bimbar yang Tabrak Dua Pengendara Sepeda Motor, Menewaskan Pekerja Wanita


"Hari ini adalah hari terakhir dia bekerja untuk menyerahkan surat cuti. Dan besok telah dijadwalkan pulang kampung, untuk persiapan pernikahannya," ucap Nur Wahid selaku Ketua I Ki Magetan Batam, Senin (17/2) di RSUD Embung Fatimah.


Sementara itu, adik almarhum Sri Wahyuni yang mengalami luka yang cukup parah, masih dalam keadaan kritis yang saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Panbil.


"Kalau adik almarhum sekarang di RSCM, masih perawatan, lukanya juga parah," ungkap Nur.


Nur menjelaskan, jasad almarhum akan langsung di bawa ke kampung halamanya di Magetan, untuk segera di kebumikan.


       • Baca juga : Begini Cerita Seorang Penumpang yang Berada di Dalam Bimbar, Saat Kecelakaan Tragis


       • Baca juga : Begini Kondisi Bimbar Tua Setelah Tabrak Dua Sepeda Motor di Bukit Daeng


       • Baca juga : Viral Vidio Siswa yang Dipukuli Secara Brutal, Ini Hasil Dari Cyber Crime Polri


"Penerbangan ke Surabaya, nanti baru naik ambulance ke Magetan, ya sekitar 4 jam," kata Nur.


Dengan adanya kejadian kecelakaan yang sangat tragis ini, Nur selaku perwakilan dari paguyuban korban meminta kepada pihak pemerintah kota Batam untuk mengkaji ulang perizinan angkutan kota, khususnya bimbar dan dapur 12.


Nur Wahid selaku Ketua I Ki Magetan Batam. (Foto : Agung)


"Udah banyak korban, udah banyak kecelakaan akibat mobil itu. Setiap hari juga mereka selalu ugal-ugalan. kalau pemerintah nggak segera tanggap pasti akan ada korban selanjutnya. Harusnya ini menjadi attensi keras bagi pemerintah," tegasnya. (AM)