Batam, News, Kepri

Antisipasi dan Menangkal Paham Radikalisme, Universitas Batam Gelar Seminar

Egi | Rabu 12 Feb 2020 20:49 WIB | 121

Polda Kepri
Perguruan Tinggi
Universitas


Foto bersama dengan Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, MM (foto:egi)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Universitas Batam menyelenggarakan Seminar Pancasila, Toleransi, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Radikalisme yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana, pada Rabu (12/02/2020).


Optimalisasi peran serta akademisi, mahasiswa dan pelajar dalam rangka menangkal segala bentuk radikalisme dan anti pancasila sangat dibutuhkan guna menuju Indonesia maju, aman tertib dan damai.


Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, Sekretaris FKUB Batam, Dr. I Wayan Catra Yasa, perwakilan Kesbangpol Kepri, Drs Indra Syah Putra dan Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol I Putu Bayu Pati.


Dalam sambutannya, Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, MM sekaligus Ketua FKUB Batam mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai salah satu cara memberikan pemahaman untuk mengantisipasi dan menangkal paham radikalisme sedari dini kepada generasi penerus bangsa.


Dijelaskannya, kata radikalisme jika ditinjau dari segi terminologis berasal dari kata radix yang artinya akar (pohon). Bahkan anak-anak sekolah menengah lanjutan pun sudah mengetahuinya dalam pelajaran biologi.


"Makna dari kata tersebut dapat diperluas kembali, berarti pegangan yang kuat, keyakinan, pencipta perdamaian dan ketentraman. Kata ini dapat dikembangkan menjadi kata radikal yang berarti lebih objektif," ujar Chablullah yang sekaligus sebagai Ketua FKUB Batam.


Lanjutnya, maraknya intoleransi dan tindakan radikalisme atas kelompok atau golongan tertentu merupakan embrio tumbuhnya tindakan ekstrimisme dan terorisme. Sebagai negara dengan keberagaman suku, budaya hingga keyakinan tidak membuat Indonesia luput dari sasaran bertumbuhnya faham fundamentalisme yang dapat tumbuh sebagai tindakan ekstremisme dan terorisme.


"Generasi muda masa kini sebagai kelompok yang mudah dipengaruhi dan menirukan sikap dan perilaku dari kelompok tertentu yang berkepentingan menyebarkan ajaran atau ideologinya. Aksi intoleransi dan radikalisme yang mengarah pada tindakan ekstrimisme merupakan reaksi pribadi atas fenomena sosial yang terjadi," imbuhnya.


Ditempat yang sama, perwakilan Kesbangpol Kepri, Indra Syah Putra mengatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural terdiri dari berbagai suku, agama dan ras.


"Indonesia terdiri dari 300 kelompok etnis, 1,340 suku bangsa, 6 agama yang diakui dan beberapa penganut aliran kepercayaan. Indonesia juga merupakan negara yang menganut sistem demokrasi," tutupnya (egi)