Batam, News

Tenda pengungsian halangi akses jalan, sempat akan di bongkar Pihak pengembang

Viktor | Rabu 15 May 2019 18:47 WIB | 74

Banjir


Kondisi banjir di Tembesi Pandan Aran sejak (Foto:Agung/Matakepri.com)


MATAKEPRI.COM, Batu Aji - Bagaikan Jatuh, lalu tertimpa tangga. Itu lah yang di rasakan oleh warga Tembesi Pandan Aran kelurahan Kibing, kecamatan Batu Aji, yang telah tinggal di pengungsian yang di sediakan oleh Dinas sosial kota Batam selama Tingga Minggu ini.


Pasal nya rumah mereka yang terkena banjir tersebut di sebab kan oleh Drainase yang rusak akibat pembangunan Jalan menuju pembangunan ruko/perumahan yang berada di area tersebut.


Ibu Kurnia yang merupan warga Rumah Liar (Ruli) yang rumah nya terkena banjir mengatakan, banjir ini baru terjadi setelah ada pembangunan jalan menuju ke perumah atau ruko di sebelah Ruli tersebut.


" Sebelum nya gak pernah banjir mas, tapi pas ada jalan yang di bangun ini air sering banjir. Apalagi sekarang gorong-gorong di bawah jalan itu udh rusak " terangnya.


Jalan yang di bangun oleh pihak pengembang tersebut hampir setinggi Atap Ruli tersebut.


Namun, setelah beberapa saat tenda itu berdiri di atas jalan yang merupan akses utama menuju lokasi pembangunan, ada beberapa pihak pengembang yang mencoba untuk membongkar Tenda tersebut.


Karena di anggap oleh pihak pengembang, mengganggu mobilitas mereka, seperti yang di sampaikan oleh Yeni, Wakil Ketua Tagana Forum Dinsos yang mendapatan info dari pihak warga. Ia mengatakan bahwa keberadaan tenda ini menjadi masalah tersendiri bagi pihak perusahaan, dikarenakan akses jalan mereka menuju proyek pengembangan ruko/perumahan menjadi terganggu.


" Alasannya ya karena menggangu akses jalan mereka " ujar Yeni, melanjutkan perkataan warga.


Yeni merasa, hal tersebut sangat tidak berlri kemanusiaan, kendati mereka merupan warga Ruli, namun yang menyebabkan mereka menjadi tinggal di tenda pengungsian yaitu karena Drainase yang rusak akibat pembangunan Jalan tersebut.


" Saya hanya bisa berkata, ini semua yang di lakukan demi kemanusiaan loh. Meski pun mereka dari warga Ruli " tambahnya.


Hingga Sejauh ini Matakepri.com masih belum bisa mengkonfirmasi ke pihak perusahaan akan kebenaran hal tersebut. (CW6)