Batam, News, Pendidikan, Kepri

Pentingnya Ilmu Pengetahuan, UIS Batam Gelar Webinar Kesehatan Lingkungan Industri dan Fasyankes

Egi | Senin 19 Jul 2021 15:11 WIB | 261

Perguruan Tinggi/Sekolah


Webinar tentang Kesehatan Lingkungan (foto:istimewa)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina melaksanakan Webinar Kesehatan Lingkungan (Kesling) dengan tema Peran Sumber Daya Manusia Kesehatan Lingkungan Industri dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, pada Sabtu (17/7/2021) lalu.


Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Haji Mustaqim Syuaib, SE, MM. membuka secara resmi kegiatan Webinar Kesehatan yang diselenggarakan Prodi Kesehatan Lingkungan FIKes.


Dr. Haji Mustaqim Syuaib, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan webinar kesehatan lingkungan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait bidang ilmu kesehatan lingkungan yang terus berkembang.


Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Fitri Sari Dewi, M.KKK. mengungkapkan Webinar Kesehatan Lingkungan yang seluruh aktifitas dan penyelenggaraan nya menjadi tanggung jawab mahasiswa yang mengambil mata kuliah SKS untuk seminar kesehatan.


"Kita juga harus memberikan apresiasi kepada mahasiswa karena telah melakukan kegiatan dengan baik, dan telah menjadi wadah untuk meningkatkan ilmu, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan," ujar Dewi.


Kata Dewi, pada bulan April lalu, pihaknya juga telah melakukan seminar yang berkaitan dengan K3. Khusus pada webinar kali ini, mendapatkan pemateri yang ahli di bidang kesehatan lingkungan.


Untuk pemateri webinar langsung dijelaskan oleh Akademisi Universitas Airlangga Dr. R. Azizah SH. M.Kes, yang mana dalam pemaparannya dapat disimpulkan kesehatan lingkungan adalah ilmu pengetahuan dalam upaya promotive, preventif untuk mencegah kejadian penyakit, dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber komponen lingkungan yang berbahaya seperti fisik, kimia, biologi, radioaktif dari media lingkungan udara, air, tanah, makanan, yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.


Yang mana peran SDM atau tenaga kesehatan lingkungan ialah untuk mencegah penyakit yang bisa menyebar kepada masyarakat baik dilingkungan industri atau lebih luas.


"Beberapa poin utama sebagai Ahli Kesling ialah mengedepankan promosi dan upaya pencegahan penyakit, dan dasar hukum yang mengatur hal tersebut antaralain ialah PP no. 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan," ujar Azizah.


Tak hanya itu, Azizah juga menyampaikan kabar baik terkait telah diresmikannya LSP Kesling Indonesia (Lembaga Sertifikasi Profesi) pada (15/6/2021), yang akan menjadi dasar hukum sebagai ahli Kesling untuk melaksanakan tanggung jawabnya.


Sementara itu, Ketua Umum Enviromental Health Specialist Association Dr. Drs. Slamet Isworo M.Kes menyampaikan bahwa kesehatan lingkungan ini dibawah dua Departemen atau dua Kementrian, yaitu Kementrian Kesehatan dan Kementrian Lingkungan Hidup. 


"Tenaga kesehatan lingkungan saat ini ada tiga, antara lain sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, dan mikrobiolog kesehatan," kata Isworo.


Kemudian hal lain yang mendukung keilmuan kesehatan ada ARKL, ADKL dan KLHS. Sementara untuk profesi Kesling atau spesialis Kesling ada sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan dan HSE (Health, Safety, Environment) dan lainnya.


Terakhir, pemateri kali ini merupakan Dr. Mursid Raharjo M.Kes Regulasi mewajibkan setiap tenaga ahli memiliki ijazah kesarjanaan, setiap ahli wajib sertifikat sebagai bukti kemampuan yang dimiliki, terdapat beberapa metode dalam memperoleh sertifikat sesuai dengan keahlian, serta tenaga ahli wajib memiliki Asosiasi Profesi.


Selain pemberian materi, kegiatan webinar juga diisi oleh sesi diskusi atau tanya jawab dan kuis. Selain 260 lebih mahasiswa Ibnu Sina fakultas Ilmu Kesehatan, kegiatan webinar tersebut juga diikuti dari berbagai kalangan seperti instansi kesehatan dan juga industri.


Sebagai penutup, pesan dari Fajar, SKM, M.Kes. Ketua Prodi Kesehatan Lingkungan FIKes UIS, ialah sebagai tenaga kesehatan lingkungan yang unggul, wajib mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dengan meningkatkan kompetensi di bidang kesehatan lingkungan.


"Mari bergerak mewujudkan lingkungan sehat mulai dari diri sendiri di lingkungan sekitar. Salam Lingkungan Sehat untuk Masyarakat," pungkasnya (egi)