Batam, News, Kesehatan, Kepri

Waspadai Penyebaran Covid-19, Tan A Tie Minta Pemerintah Terus Pantau dan Jalankan Prokes

Egi | Jumat 07 May 2021 14:42 WIB | 213

Legeslatif/DPRD
Pemko/Pemda/Pemrov


Anggota Legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Batam Tan A Tie


MATAKEPRI.COM BATAM -- Jumlah kasus positif Covid-19 dan korban meninggal di India terus bertambah setiap harinya. Itu semua terjadi karena ketidaksiapannya Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di negara India.


Untuk menghindari dan tidak ingin terjadinya lonjakan atau meningkatnya penyebaran Covid-19 seperti di negara India, Anggota Legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tan A Tie menghimbau Pemerintah Kota Batam untuk gencar dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Kota Batam.


Saat ini program vaksinasi massal masih terus digencarkan, namun pandemi belum berakhir. Kita  masih harus sangat memperhatikan protokol kesehatan terkait penyebaran Covid-19 ini.


"Vaksinasi harus tetap berjalan. Masyarakat kota Batam harus mendapatkan vaksinasi covid-19 dengan lengkap. Pemerintah pusat dan daerah yang harus bertanggung jawab penuh dengan hal itu," ujar Tan A Tie pada Jum'at (6/5/2021) siang.


Lanjutnya, Pemerintah pusat saat ini juga masih berupaya banyak dalam hal untuk membendung laju penyebaran virus Covid-19 dan hal ini harus ditopang kerja Pemerintah Kota Batam.


"Menjelang dan saat lebaran Idul Fitri nanti, Pemerintah harus gencar dalam menghadapi potensi kerumunan yang muncul. Harus segera diantisipasi," kata Tan A Tie.


Dalam konteks ini, keselamatan rakyat adalah tujuan utama. Jangan sampai rakyat menderita karena terpapar Covid-19.


Saat ini, virus Covid-19 kembali meningkat di Kota Batam. Ini dikarenakan kurangnya juga kesadaran dari masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.


"Informasi yang saya ketahui, pada Kamis (6/5/2021), masyarakat Kota Batam yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 7572 pasien, dan yang sudah sembuh sebanyak 6635 pasien, yang dalam keadaan stabil sebanyak 775 pasien dan yang meninggal dunia sebanyak 162 pasien," pungkasnya, (egi)