Batam, Hukum & Kriminal, Kepri

TNI AL Tangkap Tangan Lima Orang Pencuri Diatas Kapal Berbendera Malaysia

Egi | Senin 22 Feb 2021 14:08 WIB | 89

Lantamal/Lanal
Guskamla


Lima orang pelaku pencurian diatas kapal berbendera Malaysia (foto:egi)


MATAKEPRI. COM BATAM -- Tim Patroli TNI AL berhasil gagalkan pencurian terhadap dua unit kapal berbendera Malaysia di Perairan Selat Singapura pada Minggu (21/2/2021) siang. 


Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I, Laksamana Yayan Sofyan mengatakan, dua kapal berbendera Malaysia itu yakni TB Danum dan Tongkang Linau 133.


"Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Klang, Malaysia menuju Serawak. Pada saat melintas di perairan Karang Banteng di Selat Singapura, kapal itu didatangi oleh dua speed boat yang didalamnya terdapat lima orang pelaku pencurian kapal di laut," ujar Yayan didampingi oleh Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Sumantri saat press release di Dermaga Lanal Batam pada Senin (22/2/2021) pagi. 


Lanjutnya, pada saat yang sama KRI Siwar-646  melaksanakan kegiatan patroli keamanan laut di kawasan tersebut dan memantau aktivitas upaya pencurian yang dilakukan pelaku.

 



"Kelimanya tertangkap tangan sedang memindahkan material dari tongkang Linau 133. Dugaannya aktivitas mereka bukan yang pertama, tetapi sudah dilakukan berkali-kali," ungkapnya. 


Yayan menjelaskan, setelah dilakukan identifikasi, pelaku sedang melakukan pemindahan muatan berupa potongan baja dan diatas speed boat juga didapat sejumlah jerigen. 


"Informasi sementara, seluruh pelaku ini seperti multiplayer. Sasaran mereka yaitu mengambil berbagai macam barang yang ada di atas kapal," bebernya. 


Permasalahan ini nanti akan dikembangkan oleh Lanal Batam untuk dilaksanakan penyelidikan. Kelima pelaku merupakan masyarakat di daerah Tanjung Uma. 


"Kasus ini nantinya akan dilimpahkan ke Penyidik Pegawa Negeri Sipil (PPNS) yang memiliki kewenangan sesuai dengan undang-undang yang berlaku," imbuhnya. 


Yayan juga mengatakan, tidak ditemukan adanya bukti-bukti kekerasan dalam aksi yang dilakukan oleh pelaku. Menurutnya, kejadian itu murni pencurian yang dilakukan di laut dan berbeda dengan perompakan yang berusaha menguasai seluruh kapal yang dilakukan dengan kekerasan dan mengancam jiwa seluruh anak buah kapal (ABK).


"Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi dan hasilnya bisa diketahui dari proses penyidikan. Akan dilakukan pendalaman sudah berapa kali mereka melakukan aksinya. Karena ini laporan dari negara tetangga," pungkasnya. 


Selama tahun ini saja ada dua kali kejadian serupa. Saya minta nanti pihak terperiksa untuk bisa kooperatif sehingga masalah ini segara selesai.


"Kami pihak TNI AL dalam mencegah permasalahan ini, tidak hanya dengan patroli saja, tetapi juga dengan kegiatan bakti sosial di sejumlah wilayah atau desa disepanjang Selat Singapura," tutupnya. (Egi