Batam, Hukum & Kriminal, Kepri

Salah Satu dari Tiga Tersangka Pemeras Pengemis dari Dinsos Batam

Egi | Jumat 23 Oct 2020 15:07 WIB | 140

Pemko/Pemda/Pemrov
Polda Kepri


Tiga tersangka pemeras uang pengemis di Baloi Batam (ist)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Ditreskrimum Polda Kerpi menetapkan 1 (satu) orang sebagai tersangka dari Oknum Dinas Sosial yang ikut terlibat melakukan pemerasan pengemis di traffic light UIB Baloi.


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, setelah melalui pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri, maka pada hari ini tim telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas tindak pidana pemerasan terhadap seorang pengemis.


"Ketiga oknum tersebut berinisial SU yang merupakan PNS di Sat Pol PP, inisial AA pekerja kontrak di Dinas Sosial Kota Batam dan inisial RM jonorer di Sat Pol PP," ujar Kabid Humas Polda Kepri pada Jum'at (23/10/2020) siang.


Lanjutnya, diawal pemeriksaan tim telah mengamankan empat orang dengan Inisial SU, JP, MR dan KS kemudian penyidikan terus berkembang dan tim kembali melakukan pemeriksaan terhadap Inisial AA dan RM. 


"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut maka didapat tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu inisial SU, AA dan RM sedangkan insial JP, MR dan KS ditetapkan sebagai saksi dalam perkara ini," bebernya.


Harry juga mengatakan, ditetapkannya SU, AA dan RM sebagai tersangka dikarenakan perannya AA dan RM secara bergantian sebagai supir mobil Dinas Sosial Kota Batam sedangkan SU bertugas mengambil uang dari para pengemis. 


"Tindak pidana ini telah dilakukan semenjak Juli 2020 sampai dengan terungkapnya kasus ini pada Oktober 2020 dan uang yang diambil dari para pengemis tersebut bervariasi berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 400 ribu," pungkasnya.


Atas perbuatan para tersangka diancam dengan Pasal 145 Jo Pasal 143 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. 


Menghalang-halangi dan atau melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya. dengan ancaman 2 tahun penjara dan Pasal 368 Kuhpidana dengan ancaman 9 tahun penjara, (egi)