Batam

Kampung Kuliner Nusantara Ada 38 Kuliner Daerah di Hutan Wisata Mata Kucing

Juliadi | Minggu 04 Oct 2020 14:55 WIB | 677

Perekonomian
Wisman
Kuliner
Pariwisata


Pengunjung Kampung Kuliner Nusantar, Minggu (4/19/2020). Foto : Adi


MATAKEPRI.COM BATAM -- Berwisata tidak harus dengan mengunjungi tempat-tempat yang mewah dan modern, berwisata juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang memiliki keindahan yang masih alami. Kealamian dari tempat inilah yang menarik wisatawan untuk mengunjunginya dengan membawa rasa ingin tahu yang begitu besar, Hutan Wisata Mata Kucing tempat wisata yang memiliki keindahan yang alami. 


Hutan Wisata Mata Kucing merupakan kebun binatang yang berada di kawasan Sekupang ini menjadi tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Kebun binatang ini sangat berbeda dengan kebanyakan kebun binatang yang pernah dikunjungi oleh wisatawa karena letaknya yang cukup istimewa yakni Jalan Taman Bukit Golf, Tanjung Riau, Kibing, Sekupang, Kota Batam, Kepri. 


Selain itu di Hutan Wisata mata kucing, pengunjung dapat menikmati kuliner khas seluruh nusantara yang diberi nama Kampung Kuliner Nusantara. 


Nety Herawaty, Pengelola dan Penanggungjawab Hutan Wisata Mata Kucing, Minggu (4/10/2020). Foto : Adi


Nety Herawaty, selaku pengelola dan penanggung jawab Hutan Wisata Mata Kucing mengatakan, didirikan Kampung Kuliner Nusantara untuk para pedagang supaya tidak berjualan makanan di pinggir-pinggir jalan. 


"Tempat wisata ini dibuka setiap hari, akan tetapi pedagang yang berjualan tidak banyak, tapi kalau hari minggu juga ada penampilan dari berbagai daerah," kata Nety Herawaty, Minggu (4/10/2020) kepada matakepri.com. 


Menurutnya, Stan makan yang ada di Hutan Wisata Mata Kucing ini juga bermacam - macam dari segala Nusantara ada 38 jenis makanan khas Daerah masing-masing. 


Nety menjelaskan, di Hutan Wisata Mata Kucing ini yang paling utama melestarikan jenis - jenis tanaman hutan. 


"Kalau hewan hanya untuk hiasan saja," ucap Nety. 


Lanjut Nety, di Hutan Wisata Mata Kucing ini yang dilestarikan yakni pohon-pohon langkah yang ditanam ulang, seperti jenis pohon besi, pohon Pelawan, pohon bintangor, pohon gaharu yang merupakan pohon khusus Indonesia. 


"Itu hampir punah, maka itu kita kembang biakkan, kita mendapatkan sertifikasi untuk mengembangbiakkan. Tujuan kita untuk melestarikan hutan, bukan membangun hutan," ujar Nety. 


Tarmizi, Ketua Kampung Kuliner Nusantara, Minggu (4/10/2020). Foto : Adi


Sementara itu, Tarmizi, Ketua Kampung Kuliner Nusantara mengatakan, disituasi Covid-19 ini dibangun Kampung Kuliner Nusantara ini agar perekonomian juga dapat bergulir dan tidak lupa juga menerapkan protokol kesehatan. 


Ia juga mengajak para pedagang yang memiliki usaha kuliner diberikan tempat untuk berjualan agar mendapat penghasilan untuk perekonomian keluarga dan juga para pengunjung mandapat objek wisata yang sehat. 


"Di sini di objek wisata yang alami, dengan situasi alam sehingga jelas oksigen yang kotor diganti dengan oksigen yang bersih," ujarnya. 


"Kita tempat menghidupkan suasana ini, agar dapat masyarakat dan keluarganya untuk dapat berekreasi," tuturnya. 


Ikan Arwana yang ada di Hutan Wisata Mata Kucing


Dikatakannya, disini juga akan tempat expresi kebudayaan daerah Nusantara dan pada hari ini juga ulang tahun Turonggo Putro Sejiwo yang ke-2, serta juga akan menampilkan penampilan dari Daerah Nusantara. 


Penampilan kuda lumping  Turonggo Putro Sejiwo, Minggu (4/10/2020). Foto : Adi


Ditambah Nety Herawaty, disini juga disediakan tempat Trak sepeda bagi pencinta Gowes yang dibuka baru 30 Km. (Adi)