Batam

Expo Batam Batik Fashion Week Tuai Polemik, Pemko Batam Abaikan Protokol Covid-19

Juliadi | Senin 14 Sep 2020 19:15 WIB | 747

Pemko Batam



MATAKEPRI.COM BATAM - Jagat media sosial dihebohkan dengan pagelaran puncak Expo Batam Batik Fashion Week 2020 di Dataran Engku Hamidah, Batam Center, Sabtu (12/9). Musababnya, agenda yang digagas Pemerintah Kota Batam itu memicu kerumuman di tengah kondisi pandemi Covid-19.


Kondisi Kota Batam yang masih berstatus zona merah Covid-19 turut membuat publik semakin marah. Ketika masyarakat dilarang berkerumun dan diimbau mengurangi kegiatan di luar ruang dengan alasan meminimalisasi penyebaran Covid-19, Pemkot Batam justru menggelar agenda yang berpotensi menyebarkan virus.


Demikian pemilik akun media sosial Mega Putri. Menurut Mega, Pemkot Batam tidak konsisten terharap aturan yang dibuat. Ia sangat meyanyangkan kegiatan Batam Fashion Week. Sebab, menurutnya, kegiatan tersebut terkesan dipaksakan.


"Batam Zona merah, ini malah membuat acara yang membuat orang berkerumun. Orang berkerumun sementara sekolah ditutup, wisuda kampus dibuat online. Pemkot Batam seperti main-main dengan Covid-19, sementara masyarakat yang jadi korban," ungkap Mega, saat ditemui Minggu (13/9) malam.


Mega juga menilai acara tersebut demi mendulang suara dan dukungan masyarakat. Hal ini lantaran Walikota Batam HM Rudi dan Istrinya, Marlin Agustina, mengikuti kontestasi pesta demokrasi. HM Rudi kembali mencalonkan diri sebagai calon walikota, sementara Marlin merupakan kandidat di Pilkada Kepri. 


“Lagi-lagi rakyat yang jadi korban ambisi politik segelintir orang. Jangan mau memilih pemimpin yang mengorbankan rakyatnya demi popularitas,” imbaunya. 


Selain Mega, komentar protes juga diungkapkan Wirda Chan. Wirda sedih dan kecewa dengan acara Pemko Batam di tengah kondisi pandemi yang belum berkahir. "Semua dilarang, tetapi untuk acara politik pribadi dibolehkan. Macam mana Covid-19 akan berakhir jika pemimpinnya justru yang memberikan contoh tak baik" katanya. (r/Adi)