Batam, News, Kepri

Langkanya Alat Pelindung Diri, Andrei Simanjuntak Bantu Tenaga Medis

Egi | Selasa 31 Mar 2020 13:06 WIB | 725

Kesehatan
Corona


Politisi PKS Andrei Simanjuntak saat berikan bantuan APD kepada tenaga medis Puskesmas Buluh (egi)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andrei Simanjuntak berikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis untuk memberantas wabah Virus Corona (Covid-19) di Kota Batam.


Andrei Simanjuntak menyatakan tenaga medis merupakan salah satu garda terdepan untuk melawan Covid-19. Namun pada kenyataannya sekedar untuk APD saja mereka masih kekurangan.


"Alhamdulillah pada Sabtu lalu saya dapat membantu sedikit APD untuk tenaga medis di Puskesmas Buluh," kata Andrei Simanjuntak pada Selasa (31/3/2020).


Politisi PKS ini menjelaskan ia memahami jeritan para tenaga medis dimana menjadi garda paling depan untuk menghadapi dan memberantas wabah corona, akibat Pemerintah sampai sekarang belum memenuhi peralatan tersebut. 


"Ini ibarat perang tanpa bawa senjata yang memadai. Menyedihkan memang," ungkapnya.


Awalnya, tim dihubungi oleh dr. Rista, salah satu dokter jaga di puskesmas yang menyatakan membutuhkan sekali APD karena memang di puskesmasnya belum ada APD yang memadai. 


"Karena sekarang APD, masker dan hand sanitizer menjadi barang langka, harganya juga tidak terkontrol," ungkapnya serius. 


Selain bantuan APD untuk tenaga medis, Andrei juga melakukan penyemprotan disinfektan dibeberapa masjid dan gereja, juga di pelabuhan rakyat Sagulung. 


Uniknya ia sendiri juga langsung terjun menyemprot disinfektan. Menurutnya seharusnya pemimpin langsung terjun di tengah masyarakat dalam kondisi yang sulit. 


Tidak itu saja beberapa angkutan kota juga ia semprotkan cairan pembunuh virus corona ini. Ia juga membagikan masker untuk supir angkutan dan penjual yang menjajakan dagangannya di jalanan. 


"Aksi ini semoga bisa menginspirasi yang lain. Bantuan belum terjangkau ke seluruh masyarakat Kepri, untuk itu saya berharap ada kalangan lain yang membantu lebih besar. Terlebih adalah pemerintah untuk melakukan aksi dan kebijakan yang jitu," tutupnya (egi)