International, Nasional , News, Kesehatan

Seluruh Kru Kapal World Dream WNI Berhasil Dievakuasi, Ini lokasinya

| Selasa 25 Feb 2020 10:25 WIB | 776

Corona


Para kru kapal pesiar World Dream yang tengah dievakuasi. (Ist)


MATAKEPRI.COM JAKARTA -- Sebanyak 188 warga negara Indonesia (WNI) yang dijemput dari Kapal Pesiar World Dream akan dievakuasi dan diobservasi di pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.


"Lokasi sudah diterapkan dan disiapkan, yaitu di Kepulauan. Ada pulau yang tidak berpenghuni, di Sebaru 1," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020).


     • Baca juga : Para Penumpang dan Kru Kapal World Dream Negatif Virus Corona

     • Baca juga : 188 Kru Kapal World Dream Dipulangkan ke Indonesia

     • Baca juga : Jumaga : WNI sehat silakan Observasi di Natuna, Untuk yang Sakit Harus Disembuhkan Dulu


Menurut Muhadjir, pulau Sebaru menjadi lokasi yang paling ideal. Sebab, tak ada penduduk yang tinggal di pulau tersebut. Namun pulau itu memiliki fasilitas yang lengkap.


"Pokoknya tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai aja," kata dia.




Diberitakan, sebanyak 188 WNI yang bekerja di kapal pesiar World Dream dipulangkan ke Tanah Air melalui kapal milik TNI Angkatan Laut (AU).


Pemulangan dilakukan menyusul dihentikannya pengoperasian kapal jenis cruise tersebut akibat wabah virus corona.


"Kami lepas jangkar di perairan internasional di dekat Kepulauan Bintan untuk memindahkan para awak (WNI) ke kapal TNI AU," ujar President of Dream Cruises Michael Goh, sebagaimana dikutip Antara, Senin (24/2/2020).


Sebelum dipulangkan, Michael memastikan, para kru WNI telah diperiksa kesehatannya oleh Departemen Kesehatan Hong Kong.


Hasil pemeriksaan kesehatan ekstensif berikut suhu tubuh itu menunjukkan bahwa seluruh kru WNI terbebas dari virus corona.


Bahkan, kapal pesiar World Dream juga telah mendapatkan sertifikat bebas virus corona oleh Departemen Kesehatan di Hong Kong.



(***)
Sumber Kompas.com