Lifestyle

Melati Malang, Melati Si Budak Cinta

Andhika | Sabtu 15 Feb 2020 13:05 WIB | 198



Melati (bukan nama sebenarnya) adalah seorang bucin, cinta buta pada sang suami membutakan pikiran sehatnya. Ini kisahny


MATAKEPRI.COM - Bucin. Budak cinta. Sepertinya istilah ini cocok saya berikan buat salah satu kerabat saya. Ini bukan cerita saya, tapi Melati, seseorang yang saya anggap bucin.

Entahlah dia bucin, cinta buta, atau bodoh. Buat saya sekilas mungkin tak ada bedanya.

Melati sebenarnya sosok perempuan yang mandiri, punya pekerjaan baik, dan cantik. Sebagai sesama perempuan, saya mengakui kalau dia itu cantik. Hubungan kami cukup dekat (saat itu). Saya cukup paham cerita cintanya. Bahkan saya tahu bagaimana tipe favoritnya. Melati adalah seorang player yang gemar dengan bad boys. Tipikal pria seperti ini yang bisa membuatnya terpikat setengah mati.

Sebut saja Andi. Andi memang mandiri karena punya bisnis sendiri di bidang kuliner, tapi dia sangat cuek pada Melati. Saking cueknya, Andi bisa tak berkomunikasi dengan Melati seminggu penuh. Boro-boro telepon, pesan instan pun tidak. Namun Mel meyakinkan saya kalau mereka benar-benar dalam hubungan kekasih.

Akhirnya, Mel memutuskan untuk menghampiri Andi di tempat dia biasa nongkrong, sekadar untuk mencari kejelasan hubungan mereka. Akhirnya mereka kembali berhubungan. Daya pikat Andi ke Mel mungkin sangat kuat, buktinya Melati sampai rela ngapelin Andi ke rumahnya. Gak kebalik?

Saat itu Andi mengaku malas ngapel ke rumah mel, namun di malam minggu itu Mel rupanya sangat ingin bertemu. Jadilah Andi meminta Mel yang datang menghampirinya. Bukan urung niat, Mel justru benar-benar menghampiri Andi yang sudah enggan malam mingguan. Mel meminta sang adik untuk mengantarnya kencan. Si adik meradang marah. Tak putus asa, Mel membujuk ayahnya untuk mengantarnya ke rumah Andi untuk mengantar dan menjemputnya setelah pacaran. Singkat cerita mereka akhirnya putus.

Jeda beberapa waktu, akhirnya Melati pun memutuskan untuk membuka hati untuk pria lainnya. Hingga beberapa bulan kemudian, kami dikejutkan dengan ulah Melati yang tiba-tiba pulang ke rumah orang tuanya bersama seorang pria, panggil saja dia Johan. Kedatangan Johan ke rumah Mel bukan sekadar bertamu, tapi melamar Mel! Kami pun kaget, karena selama ini kami tahu kalau Mel pacaran dengan pria yang lain.

Kepada orang tuanya, Mel mengaku kenal dengan Johan karena bergabung dalam komunitas yang sama. Johan menyatakan kesiapannya untuk menikahi Mel di tahun itu juga. Bagus juga karena tak ada jaminan pacaran lama bisa langgeng pernikahannya. Tapi entah mengapa saya dan kakak-adik Mel merasa ada yang ganjil. Orang tua Mel sendiri? Mereka punya kepercayaan penuh pada Mel. Pada dasarnya Mel memang dianugerahi bakat pandai bicara dan meyakinkan orang. Namun ini tak berlaku untuk adik dan kakaknya. Juga saya.