Nasional , Natuna, News, Kesehatan

Observasi Usai, Begini Pemulangan 238 WNI di Natuna

Agung | Jumat 14 Feb 2020 10:34 WIB | 164

Kesehatan
Menteri


Para WNI yang tengah menjalani observasi di Natuna. (Ist)


MATAKEPRI.COM JAKARTA -- Sebanyak 238 WNI di Natuna akan dipulangkan pada Sabtu (15/2/2020). Mereka diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.00, dan langsung melanjutkan perjalanan masing-masing ke rumahnya.


"Langsung mereka akan begitu sampai Halim mereka akan sendiri-sendiri, punya tiket dan sebagainya, sudah ada," jelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat ditemui di Lapangan Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).


Para WNI yang tengah menjalani observasi dan telah di nyatakan sehat, dan terbebas dari virus Corona. (Ist)


Observasi para WNI yang dievakuasi dari Wuhan diputuskan berarkhir pada 15 Februari 2020 pukul 12.00. Pengecekan terakhir dilakukan Sabtu pagi sebelum berangkat pulang ke Jakarta.


Menurut Terawan, perkiraan WNI akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 4 sore. Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan kepulangan mereka.


"Kalau cuaca baik, Tuhan mengizinkan, mungkin sekitar jam 4 kurang lah sudah tiba di Jakarta, 4 kurang, kurangnya seberapa nanti dihitung sendiri," katanya.


Terawan juga menyinggung soal nasib WNI yang ada di China mau pun di provinsi Wuhan yang hingga saat ini masih di-lockdown. Mungkinkah mereka segera dievakuasi?


"Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) nya masih ada. Jadi belum bisa, daratan China sendiri masih belum memungkinkan adanya keberangkatan pesawat dan sebagainya seperti evakuasi. Ketiga, derah itu daerah epicentrum. Yang paling penting adalah doa kita, supaya warga kita yang ada di daratan China baik di provinsi epicentrum di Wuhan itu tetap sehat," pungkasnya.


Mengutip dari Batampos.co.id berikut data dari 238 WNI yang akan segera dipulangkan ke rumah nya Masing-masing, diantaranya Aceh 13 Orang, Bali 2 orang, Bangka Belitung 1 orang, Banten 5 orang. Kemudian, Bengkulu dan DIY 2 orang, Gorontalo 1 orang. Dilanjutkan DKI Jakarta 16 orang, Jambi 4 orang, Jawa Barat 9 orang, Jawa Tengah 10 orang, Jawa Timur 65 orang, Kalimantan Barat 4 orang, Kalimantan Timur 15 orang, Kalimantan Selatan 8 orang.


Lalu ada di Kalimantan Tengah 4 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Lampung 1 orang, NTB 4 orang, Papua 5 orang, Papua Barat 9 orang, Riau 6 orang. Dilanjutkan di Sulawesi Barat 2 orang, Sulawesi Selatan 16 orang, Sulawesi Tengah 2 orang, Sulawesi Tenggara 4 orang, Sumatera Utara 4 orang, Sumatera Barat 1 orang.



(**)
Sumber detikcom dan Batampos.co.id