Batam, News

Disperindag Usul Pendirian Pangkalan LPG untuk Penuhi Kebutuhan Stok Hinterland

| Kamis 26 Dec 2019 12:25 WIB | 823

Pemko/Pemda/Pemrov


Operasi pasar yang di gelar oleh Disperindag Kota Batam, di Kecamatan Batuaji pada 11 November 2019.


MATAKEPRI.COM, Batam - Kabid Perindustrian dan ESDM Disperindag Kota Batam, Januardi Arif Kurniawan mengusulkan untuk dibuka pangakalan gas LPG di beberapa pulau. Hal ini dilakukan agar dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat yang berada di hinterland. 


"Kita berikan saran untuk bisa membuka pangkalan gas LPG. Kita harap pasokan gas ini bisa sampai ke pelabuhan terdekat dari masyarakat pulau," kata Januar saat operasi pasar gas LPG, ketika ditanyakan mengenai keluhan masyarakat hinterlend yang kesulitan pasokan gas beberapa waktu lalu.


Diakuinya, di kawasan Hinterland memiliki pembiayaan yang cukup tinggi untuk mendistribusikan gas LPG. Maka, harga yang bisa diterapkan lebih tinggi dari kawasan Kota Batam.


"Khusus untuk pangkalan yang akan membuka dikawasan Hinterland, maka harga yang diterapkan dari pemerintah lebih tinggi. Itu untuk membantu biaya transportasi dan pengangkutan mereka," ungkapnya.


Untuk diketahui, masyarakat Hinterland hingga saat ini masih mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi atau yang sering disebut dengan gas melon tersebut.


Jurai, warga Pulau Juna menceritakan beratnya perjuangan untuk memperoleh gas LPG. Dimana dia harus pergi ke beberapa Kecamatan seperti Tomoyong dan Selat Nenek yang jaraknya cukup lumayan jauh. 


Bahkan, beberapa kali dirinya pernah pergi ke Kota Batam yang membutuhkan waktu tempuh hingga 45 menit menggunakan Speedboat, hanya untuk membeli gas melon tersebut.


"Kalau mau cari keperluan dapur atau kebutuhan lain harus pergi ke pulau lain," ujar Jurai beberapa waktu lalu kepada Matakepri.com sembari menambahkan bahwa untuk biaya perjalanan, ia harus merogoh kantong lebih. (AM)