Batam, Pendidikan, Kepri

Ratusan Pelajar Ikuti Kemah Lintas Agama

Egi | Kamis 21 Nov 2019 19:13 WIB | 156

Seremonial
Aparatur Pemerintahan


Foto bersama saat perkemahan lintas agama di taman wisata Muka Kuning Batam (Foto:ist)


MATAKEPRI.COM,BATAM-Dalam rangka meminimalisir terjadinya radikalisme di Kota Batam, ratusan pelajar Kota Batam ikut perkemahan lintas agama, yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Kamis (21/11)


Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, yakni dari 19 - 21 November 2019, di taman wisata Muka Kuning Batam. Kegiatan perkemahan itu adalah rangkaian kegiatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke 74 Kemenag.


"Salah satu tujuan dari acara ini adalah untuk meminimalisir radikalisme," ucap Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan.


Dikatakan Dermawan, untuk meminimalisir radikalisme itu yakni dengan memberikan pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, oleh karena itu nilai persatuan harus dikedepankan walupun kita berbeda suku dan agama.


"Dengan acara ini diharapkan para pelajar sadar bahwa kita satu sama lain sangat membutuhkan walaupun berbeda suku dan agama. Nilai-nilai itu harus ada bagi siswa yang nantinya merupakan regenerasi dan pemimpin bangsa ini untuk kedepannya," ungkap Ketua panitia pelaksana acara tersebut.


Hal senada disampaikan oleh Kepala kantor Kemenag Kota Batam, H. Zulkarnain Umar kegiatan perkemahan itu juga untuk medekatkan antar umat beragama dikalangan remaja.


Yakni supaya merasakan bahwa kita dalam berbangsa dan bernegara ini tidak diisi oleh satu agama saja dan bagaimana kebersamaan itu terjalin.


Dengan acara itu diharapkan terbangunnya solidaritas antar remaja yang mempunyai peran penting dalam membangun bangsa dan negara ini, yakni tercipta kerukunan, kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan ditengah-tangah masyarakat.


"Remaja harus memahami bahwa kita ini harus berdampingan dengan baik, agama itu adalah keyakinan masing-masing. Kita berharap terbangun kebersamaan dan saling membantu dalam kehidupan keseharian walaupun berbeda agama," pungkasnya. (EAG)