Nasional , News, Ekonomi

Empat Bandara Di Papua Akan Di Bangun Oleh Kemenhub

Agung | Senin 14 Oct 2019 09:50 WIB | 236

Menteri


Ilustrasi Bandara.


MATAKEPRI.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan berencana membangun dan mengembangkan empat bandara di Papua Barat untuk mempercepat konektivitas. Keempat bandara itu ialah Bandara Rendani Manokwari, Bandara Siboru Fakfak, Bandara Raja Ampat, dan Bandara Domine Edward Osok Sorong.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah. "Kami berkoordinasi dengan Pemda Papua Barat karena ada beberapa yang harus diselesaikan permasalahan tanahnya,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Oktober 2019.


Budi Karya mengatakan konstruksi bisa dilakukan setelah pembebasan tanah selesai. Seperti Bandara Fakfak, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Pemda Papua Barat untuk menyelesaikan pembebasan tanah tahun ini.


Setelah masalah lahan beres, Kementerian bakal melaksanakan proses
cut and fill yang ditargetkan mulai dijalankan pada 2020. Sedangkan bandara akan mulai beroperasi pada 2023.


ADVERTISEMENT


Adapun bandara lain, seperti Rendani dan Manokwari, proses pembebasan lahan baru direncanakan terlaksana 2020. "Kami baru akan menyelesaikannya pada tahun 2021," ujar Budi Karya. Saat ini, proses penggarapannya baru 25 persen.


Di Raja Ampat, proses pembebasan lahan untuk bandara saat ini telah dilakukan. Bandara Raja Ampat akan berdiri di lahan seluar 1.525 meter. Budi Karya menargetkan pembebasan lahan untuk bandara akan kelar akhir tahun ini. Ia berharap pada 2020 Bandara Raja Ampat sudah bisa beroperasi.


"Untuk Bandara Sorong? saat ini kami hanya tinggal melengkapi fasilitas garbarata dan memperpanjang runway," tutur dia.


Budi Karya membahas pembangunan dan pengembangan bandara melalui rapat koordinasi. Rapat itu dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, perwakilan Kementerian PUPR, perwakilan Kementerian ATR. Hadir juga sejumlah bupati di Papua Barat, stakeholder transportasi, dan kepala UPT Perhubungan se-Provinsi Papua Barat.


Selain membahas bandara, Budi Karya merembuk soal pengembangan pelabuhan di Sorong. "Kami akan melakukan perbaikan. Apa yang kami lakukan adalah untuk mempercepat konektivitas," katanya. 


(***)
Sumber Tempo