International, Nasional , News, Politik

20 Oktober Nanti, PM Australia Scott Morrison akan Hadiri Pelantikan Jokowi

Moria | Selasa 08 Oct 2019 16:31 WIB | 95



Scott Morrison akan menghadiri pelantikan Jokowi (istimewa)


MATAKEPRI.COM, Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison akan menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi akan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober nanti.

Seperti dilaporkan The Sydney Morning Herald, Senin (7/10/2019), Scott Morrison akan menghabiskan waktu dua hari di Jakarta, ibu kota Indonesia, untuk menghadiri pelantikan kedua Jokowi. Kedatangannya nanti jadi kunjungan keduanya dalam waktu satu tahun ini.

Kunjungan Morrison melanjutkan tradisi diplomatik para PM Australia yang secara rutin mendatangi pelantikan presiden Indonesia.

Tradisi dimulai pada 2004 saat John Howard menghadiri pelantikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lima tahun selanjutnya, Kevin Rudd menghadiri pelantikan kedua SBY sebagai presiden RI.

Selanjutnya, pada 2014 Tony Abbott juga menghadiri pelantikan pertama Jokowi sebagai presiden.

Dikabarkan, para pemimpin dunia, menteri luar negeri, dan diplomat senior akan datang ke pelantikan Jokowi nanti. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Wakil Presiden China Wang Qishan akan hadir. Begitu pula para pemimpin di ASEAN, dan perwakilan negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

Namun, The Sydney Morning Herald melaporkan Jokowi tidak akan berpidato di Parlemen Australia tahun ini. Sebagai gantinya, para diplomat di Canberra dan Jakarta sedang mengincar tanggal di Januari atau Februari 2020 agar Jokowi bisa mengunjungi Australia dan berpidato bersama di parlemen Australia.

Jika Jokowi benar-benar berpidato di hadapan parlemen Australia--suatu kehormatan yang diberikan kepada beberapa pemimpin dunia--ia akan jadi presiden RI kedua yang melakukan hal tersebut. Sebelumnya, SBY pernah pidato pada Maret 2010.

Scott Morrison pernah berkunjung ke Jakarta pada Jumat (31/8) lalu. Dalam pertemuan bilateral itu Morrison dan Jokowi punya beberapa kesepakatan menyangkut hubungan kedua negara.

Jokowi menyebut Australia sebagai salah satu mitra penting Indonesia dan bagi ASEAN. Jokowi juga mengatakan Indonesia menyambut baik peningkatan hubungan kedua negara dari comprehensive partnership menjadi comprehensive strategic partnership.

"Kami juga menegaskan pentingnya keterbukaan ekonomi dan upaya memperkokoh hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam kaitan ini kami menyambut baik selesainya perundingan substantif Indonesia-Australia Comprehensive Partnership," kata Jokowi di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, saat itu.

Selain itu, Jokowi menyampaikan pentingnya penghormatan hukum internasional dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Kerja sama di bidang keamanan disebut Jokowi juga ditingkatkan. Selanjutnya, kedua negara sepakat soal penanganan isu kawasan dan dunia, termasuk soal terorisme dan melanjutkan komunikasi mengenai pengembangan konsep Indopasifik.

Total ada 3 Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua negara yaitu soal ekonomi kreatif, keamanan siber, dan transportasi.

(***/detiknews)



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait