Nasional , News, Publik

8 Jenazah Warga Minang Korban Rusuh Wamena Di Terbangkan Hari Ini

Egi | Rabu 25 Sep 2019 16:53 WIB | 582

Kamtibmas
Kerusuhan


Istimewa


MATAKEPRI.COM,Wamena - Dijadwalkan pada Rabu ini (25/9/2019), delapan jenazah warga Minang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua, akan diterbangkan langsung ke Bandara BIM, Sumatera Barat. 

Keputusan membawa pulang jenazah yang keseluruhannya merupakan warga asal Pesisir Selatan Sumbar tersebut, diambil dalam rapat Bupati Wamena dengan Muspida Plus yang dilaksanakan sore kemarin di kantor Bupati setempat. 

Dalam kerusuhan warga lokal, Senin lalu, sebanyak delapan perantau Minang meninggal dunia, termasuk dua anak berusia 4 dan 8 tahun.

Ketua DPW IKM (Ikatan Keluarga Minang) Papua Zulhendri Sikumbang dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari MataPers.com, Rabu (26/9/2019) dinihari tadi menjelaskan, dari hasil rapat itu diputuskan, Bupati Wamena akan menyiapkan transportasi udara dari Wamena ke Padang, Sumbar untuk membawa jenazah sebanyak 8 orang. 

Ke-8 korban meninggal tersebut adalah Syafriyanto (36), Rizky (4)/anak Syafriyanto, Jefry Antoni (23), Hendra (20), Ibnu (8), Iwan (24), Nofriyanti (40), Yoga Nurdi Yakop (28). Semua korban tercatat asal Pesisir Selatan dari kecamatan berbeda.

Dalam rapat itu juga diputuskan bahwa peti jenazah diserahkan kepada pengurus IKM  Wamena. Dan pengurus IKM telah meminta bantuan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit untuk dana pembelian peti jenazah seharga Rp4 juta atau senilai Rp32 juta seluruhnya.

"Mengingat kondisi keuangan dan ekonomi warga IKM Wamena dalam keadaan melemah dan semua barang-barang berharga mereka punah dilalap api dan juga kebanyakan warga IKM Wamena hanya hidup berdagang, untuk itu kami memohon kepada Bapak Wakil Gubernur Sumbar untuk bisa membantu atau mencarikan solusinya untuk pembelian peti jenazah untuk sebanyak 8 orang," kata Zulhendri dalam informasi tertulisnya. 

Sedangkan untuk jadwal keberangkatan pesawat penerbangan langsung Wamena ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM),  menurut Zulhendri pihaknya belum tahu.  "Kami belum bisa menentukan, karena menunggu  informasi lebih lanjut dari Bupati Wamena masalah kesiapan transportasi udara," ungkapnya.

Begitu juga untuk tim forensik, karena tidak ada di Kabupaten Wamena, seluruh jenazah belum dilakukan tes DNA. Untuk pihak IKM Papua meminta Pemprov Sumbar minta bantuan kepada Provinsi Sumbar melakukan pemeriksaan tersebut. Sehingga keluarga korban yang ada di Sumbar atau Pesisir Selatan mengetahui identitas sanak keluarganya tersebut.

Sementara itu kondisi Putri (30), salah seorang korban selamat namun kritis, tengah malam tadi sedang menjalani operasi untuk mengeluarkan anak panah yang menancap di salah satu bagian badannya.

"Korban masih berada di rumah sakit Sentani. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan buat Putri," harap Yulfinov, perantau Minang mantan Kepala STM Negeri Jayapura.(***)

Sumber:harianhaluan.com