Nasional , Hukum & Kriminal

Tiga Pelaku Perkosa Seorang Gadis Hingga Tewas

Egi | Minggu 15 Sep 2019 11:40 WIB | 228

Pembunuhan
pemerkosaan


3 tersangka pembunuh dan pemerkosa gadis warga Suku Baduy di Mapolda Banten, Serang. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman


MATAKEPRI.COM,BANTEN-Tiga pelaku pembunuhan gadis Badui, S (13), telah ditangkap. Pelaku berinisial AMS alias E (19) ditangkap di Palembang, sedangkan pelaku AR alias A (16) dan MF alias F (19) ditangkap di Serang, Banten. 


Ketiga pelaku mengungkapkan, korban S (13) kerap sendirian di rumahnya. Dari situlah niat jahat ketiga pelaku untuk memperkosa korban muncul. Sebelum menjalankan perbuatan keji itu, ketiga pelaku melakukan survei untuk menentukan siapa duluan yang memerkosa S. 


”Jadi, sebelum mereka beraksi, MF sebagai pelaku utama beserta AR dan AMS melakukan survei terlebih dahulu,” kata Ditreskrimum Polda Banten Kompol Novi Turangga kepada wartawan di Serang, Kamis (5/9).


"Niat awalnya memang mau memerkosa, mereka sudah kumpul sebelumnya dan E ini yang menyampaikan bahwa di gubuk itu ada gadis warga Badui. Mereka sepakat untuk memperkosa, siapa duluan itu sudah ditentukan," lanjutnya. 


Untuk mendekati korban, AR menggunakan motif berpura-pura menjual handphone milik E dan ditawarkan ke korban S.



"Awalnya mau jual HP, sepi. Korbannya ditodong pakai golok, sudah gitu diperkosa. Diperkosa dulu terus dibunuh, saya kedua, dia (AMS) kesatu, dan MF ketiga. Abis dibunuh gak diperkosa (lagi)," ungkap AR.

 

Pelaku AMS mengakui memperkosa korban dalam keadaan sadar dan tanpa pengaruh alkohol. AMS mengakui sebelum memperkosa S sempat muncul rasa takut. Namun, AR menantangnya dengan melontarkan kalimat 'kenapa tidak berani?', dan mengajak bersama-sama memperkosa S. 


"(Kondisi) sadar, (AR ajak) 'perkosa aja yuk'. Saya (jawab) enggak berani. 'Kenapa enggak berani? Kita perkosa bareng-bareng aja'. Awalnya memang saya yang duluan ke rumahnya, mereka (AR dan MF) nungguin di jalan," jelas AMS. 


Saat hendak memperkosa, para pelaku kaget lantaran S terus berteriak dan memberontak. Takut aksi mereka diketahui warga, mereka lalu spontan membunuh korban. 


"Karena takut ketahuan warga, karena dia (korban) teriak-teriak, spontan langsung saya lakuin hal itu (pembunuhan)," ungkap AMS. 


AMS mengakui kenal dengan korban S, namun tak memiliki hubungan apa pun. 


"Kenal, enggak ada hubungan apa-apa, tapi tahu sekilas," ujarnya. 


S, warga Badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban pembunuhan pada Jumat (30/8) lalu. Pembunuhan dilakukan di saung kebun di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar. 


Dari tubuh korban, terdapat luka-luka di tubuhnya akibat bacokan senjata tajam. Ditemukan juga bercak sperma di bagian kemaluan korban akibat diperkosa ketiga pelaku.


Akibat perbuatannya, ketiga pelaku diancam dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan hukuman maksimal seumur hidup.(***)


Sumber: m.kumparan.com