International, News, Politik

Soal Kabut Asap Lintas-Perbatasan, PM Malaysia akan Kirim Surat kepada Jokowi

Moria | Jumat 13 Sep 2019 11:40 WIB | 315



Presiden Jokowi saat bertemu dengan PM Malaysia Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu (istimewa)


MATAKEPRI.COM, Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, akan mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk mengungkapkan kekhawatiran soal kabut asap lintas-perbatasan. Surat ini akan dikirim di tengah saling silang kedua negara terkait kebakaran lahan yang memicu kabut asap.

Diketahui bahwa kebakaran lahan melanda sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan selama lebih dari sebulan terakhir. Pemerintah Indonesia telah mengerahkan ribuan personel untuk memadamkan kebakaran lahan, yang biasanya dipicu oleh aktivitas 'pembersihan' lahan untuk perkebunan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (13/9/2019), surat soal kabut asap dari Mahathir untuk Jokowi ini diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin, kepada wartawan setempat. Yeo Bee Yin menyebut surat akan dikirimkan segera.

"Saya telah berdiskusi dengan Perdana Menteri dan beliau sepakat untuk menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk menarik perhatiannya pada isu kabut asap lintas-perbatasan," ungkap Yeo Bee Yin.

Ditambahkan Yeo Bee Yin bahwa kantor PM Malaysia sedang mempersiapkan surat itu dana akan dikirimkan dalam waktu dekat.

Dalam tanggapan terhadap nota diplomatik Malaysia, otoritas Indonesia membantah sebagai negara satu-satunya yang menyebabkan kabut asap di Malaysia. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan kabut asap yang ada di Malaysia tidak murni berasal dari Indonesia. Ada dugaan sumber kabut asap juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, yakni Sarawak dan Semenanjung.

Menanggapi pernyataan Menteri Siti, Yeo Bee Yin menegaskan pihaknya mendasarkan pernyataan pada data dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN, pusat pengamatan cuaca -- yang berkantor di Singapura -- yang melacak 'titik api' untuk kebakaran hutan atau kebakaran lahan secara menyeluruh di ASEAN.

Disebutkan Yeo Bee Yin bahwa pada Kamis (12/9) waktu setempat, hanya lima titik api yang terdeteksi di wilayah Malaysia. Jumlah itu tergolong sedikit, sebut Yeo Bee Yon, jika dibandingkan dengan lebih dari 1.500 titik api yang terdeteksi di wilayah Indonesia.

"Data secara jelas menunjukkan bahwa kabut asap berasal dari Indonesia," tegasnya.

Dampak dari kabut asap membuat ratusan sekolah di Malaysia diliburkan dan sekitar setengah juta masker wajah dikirimkan ke Sarawak pekan ini. Pemerintah Malaysia, imbuh Yeo Bee Yin, juga mempersiapkan pesawat untuk menanam bibit hujan buatan.

(***/detiknews)




Berita Terkait

Tidak ada berita terkait