Batam, News, Kepri

Keluarga Besar Papua Di Kepri Gelar Deklarasi Damai

Egi | Sabtu 07 Sep 2019 18:18 WIB | 176

Kemanusiaan
Kamtibmas
Deklarasi


Ikatan Masyarakat Papua (IMP) Kepri Mendeklarasikan kedamaian dan cinta NKRI (Foto:Egi)


MATAKEPRI.COM,BATAM-Masyarakat Papua yang berada di Batam mendukung upaya pemerintah agar menjaga stabilitas kedamaian dan keamanan Provinsi Papua dan Papua Barat, Sabtu (7/9).


Ketua Ikatan Masyarakat Papua (IMP) Kepri Yoseph Ronsumbre (49) yang lahir di Kabupaten Biak menggelar Deklarasi Damai  pada hari Jum'at 6 september 2019 pukul 19.00 wib.


"Kami Ikatan Masyarakat Papua Kepri sepakat menolak pihak-pihak yang ingin memisahkan Papua dari NKRI. Mari kita berdamai dan tetap ingin kuliah di Kepri,"ucap IMP secara bersama.


Yoseph juga mengajak, masyarakat yang ada di tanah Papua untuk tidak terhasut dengan isu-isu yang tidak benar yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"Damai itu indah, untuk saudara-saudara kami  yang ada di Tanah Papua, mari bergandengan tangan dengan semua suku-suku yang ada di seluruh Indonesia untuk bersama membangun tanah Papua kearah yang lebik baik. Jangan pisahkan tanah papua dari NKRI, Papua adalah bagian dari NKRI,"himbaunya.


Ketua IMB Kepri juga mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas kedamaian dan keamanan di kedua provinsi di Papua tersebut.


"Kami dari masyarakat Papua yang ada di Batam, Kepri mendukung penuh upaya pemerintah untuk menolak provokatif serta menjaga stabilitas kedamaian dan keamanan di Papua,"tuturnya.


Menurutnya ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat Papua dan Papua Barat pecah belah.


"untuk itu, kita harus melawan dan bersatu sebab yang mempersatukan kita hanya satu ideologi yaitu Pancasila, kebhinekaan kita jaga supaya tidak ada perpecahan,"ucap Yoseph.


Pendeta Mainus Wonda (45) lahir di Kabupaten Nabire yang hadir saat itu sangat menyayangkan aksi demonstrasi yang terjadi di bumi Cendrawasih pekan lalu itu.


"Sangat disayangkan atas aksi tersebut, yang mengakibatkan korban, baik dari pihak masyarakat sipil maupun dari aparat. Kedua belah pihak ini adalah sama-sama anak bangsa,"ucap Pendeta Mainus.

 

Saat ini pemerintah fokus  terhadap pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk itu, kita tetap mendukung Papua tetap bagian dari ibu Pertiwi Indonesia.(EAG)