International, News, Politik

Ingin Mundur Tapi Tidak Diizinkan Oleh China, Lam Tegaskan Tak Pernah Minta

Moria | Selasa 03 Sep 2019 14:22 WIB | 204



Carrie Lam (istimewa)


MATAKEPRI.COM, Hong Kong - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menegaskan tidak pernah meminta pemerintah China untuk mengizinkan dirinya mundur demi mengakhiri krisis politik yang menyelimuti Hong Kong. Penegasan ini disampaikan setelah rekaman audio yang bocor mengungkapkan Lam ingin mundur tapi tidak diizinkan oleh China.

Ratusan ribu demonstran turun ke jalanan sejak pertengahan Juni lalu, untuk memprotes rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang mengatur ekstradisi tersangka ke China daratan. Kini, aksi para demonstran meluas dengan seruan reformasi demokrasi mencuat. 

Dalam aksi protes yang berlangsung selama tiga bulan terakhir, para demonstran menuntut agar RUU ekstradisi dicabut secara permanen. Demonstran juga menuntut pengunduran diri Lam dari jabatannya. Namun Lam bergeming dan tetap teguh memegang jabatannya sebagai Pemimpin Eksekutif Hong Kong, yang dipilih oleh pemerintah pusat China. 

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Selasa (3/9/2019), rekaman audio yang didapatkan Reuters dan dipublikasikan pada Senin (2/9) malam waktu setempat, berisi suara Lam yang menyatakan dia akan mundur dari jabatannya, jika memang bisa demikian. Audio itu direkam dalam sebuah rapat tertutup. Lam juga menyalahkan dirinya karena menyebabkan 'malapetaka tak termaafkan' yang memicu aksi antipemerintah selama berbulan-bulan di Hong Kong. 

"Jika saya punya pilihan, hal pertama yang dilakukan adalah mundur, menyampaikan permintaan maaf secara mendalam," ucap Lam dalam Bahasa Inggris seperti dikutip dari rekaman audio berdurasi 24 menit.

Dalam konferensi pers terbaru pada Selasa (3/9) waktu setempat, Lam memberikan tanggapan soal rekaman audio yang bocor. Dia menekankan dirinya tidak pernah meminta atau mengajukan pengunduran diri kepada pemerintah pusat China. 

"Saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri kepada pemerintah pusat. Saya bahkan tidak memikirkan untuk membahas pengunduran diri dengan pemerintah pusat. Pilihan untuk tidak mengundurkan diri adalah pilihan saya sendiri," tegas Lam saat ditanya mengapa China tidak membiarkannya mundur. 

"Tapi jika Anda ingin memahami, karena dalam sesi privat saya hanya berupaya menjelaskan bahwa sebagai seorang individu, merujuk pada sulitnya situasi, mungkin akan menjadi pilihan mudah untuk mundur. Tapi saya memberitahu diri saya berulang kali dalam tiga bulan terakhir bahwa saya dan tim harus bertahan untuk membantu Hong Kong, dan untuk membantu Hong Kong dalam situasi sangat sulit, dan untuk mengabdi pada rakyat Hong Kong. Itu tetap menjadi posisi saya," terangnya seperti dilansir Associated Press.

"Saya tahu itu tidak akan menjadi jalur mudah dan itulah mengapa saya mengatakan bahwa saya tidak memberikan diri saya pilihan untuk mengambil jalur yang lebih mudah dan itu adalah mundur. Saya lebih baik tetap bertahan dan berjalan di jalur ini bersama dengan tim saya dan rakyat Hong Kong," tandas Lam.

Rekaman audio yang bocor itu diakui Lam direkam saat rapat tertutup dengan kalangan pebisnis pekan lalu. Lam terang-terangan menyatakan kekecewaannya bahwa pernyataan dalam rapat itu direkam dan dibocorkan ke media. Lam menyebut apa yang diungkapkannya dalam rapat tertutup itu sebagai 'perjalanan hatinya'.

"Saya sangat kecewa bahwa pernyataan saya dalam sesi yang sepenuhnya privat dan eksklusif, yang sebenarnya saat makan siang, yang juga ada di bawah aturan Chatham House, telah direkam dan diserahkan ke media. Saya pikir ini sungguh tidak bisa diterima," tegas Lam. 

Dalam setiap pertemuan yang digelar di bawah aturan Chatham House, siapa saja yang hadir bebas menggunakan informasi dari diskusi itu, namun tidak diperbolehkan mengungkapkan pembicara atau sosok yang memberikan informasi. Aturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterbukaan diskusi.

(***/detiknews)