Batam, News

Lawan Arah dan Bongkar Kanstin Jadi Pilihan Utama Saat Posisi U-turn Terlalu jauh

| Selasa 03 Sep 2019 08:02 WIB | 1033

Pemko/Pemda/Pemrov
Pengadilan


Terlihat para pengendara motor yang melawan arah.


MATAKEPRI.COM, Batam - Penempatan U-turn atau putar balik diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas di area tersebut. Namun tujuan tersebut tidak terealisasi di area Batuaji dan Sagulung, tepatnya di Jalan Letjend Suprapto. Bahkan penempatan U-turn tersebut bisa menimbulkan bahaya.


karena penempatan U-turn tepatnya di jalan depan perumahan puskopkar tersebut terlampau sangat jauh. para pengendara harus menempuh lebih dari Tiga Kilometer untuk bisa memutar balik.


Keluhan tersebut disampaikan oleh beberapa pengendara yang melintas di area tersebut, yang mengatakan bahwa sebelumnya memang ada U-turn di depan pasar Melayu, namun pasca pembangunan drainase U-turn tersebut ditutup dan membuat para pengendara harus menempuh jarak yang cukup jauh.


Penempatan U-turn tersebut tepatnya berada di depan perumahan buana raya dan satu lainnya berada di area simpang basecamp.


jarak yang cukup jauh tersebut membuat para pemotor lebih memilih melawan arah.


Tentunya hal tersebut sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan juga pengendara lain.


"Sebenarnya kita juga takut mas mau melawan arah, tapi kalau kita ikuti putar balik itu, ya terlalu jauh dan memakan waktu cukup lama. Apalagi kalau pagi sering macet," Ucap salah seorang pengendara yang tau mau di sebutkan namanya.


Bahkan terlihat juga oleh Matakepri.com beberapa pengendara lainnya berinisiatif untuk membongkar Kanstin (beton pembatas jalan) agar lebih cepat sampai ke tujuan mereka.


Hal tersebut, terjadi di depan perumahan Poskopkar. Dan tidak sedikit pula para pengendara yang lebih memilih melewati jalur yang dibuat tersebut.


Para pengendara pun berharap agar dapat kembali dibangun putar balik di area tersebut, namun dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Kalau penempatan putar baliknya strategis, pasti kita juga bakal ikuti," kata Ibu nela yang merupakan warga perumahan Poskopkar. (AM)