Nasional , News

Sempat Bercanda setelah di Gigit Ular, Security Ini Akhirnya Tewas

Agung | Jumat 23 Aug 2019 08:24 WIB | 316

Tewas


Security yang tewas setelah digigit ular, meski sempat Bercanda setelah di gigit ular tersebut.


MATAKEPRI.COM, Tangerang - Seorang satpam bernama Iskandar meninggal dunia usai digigit ular di  komplek rumah Gading Serpong Cluster Michelia, Tangerang, Selasa(20/8) setelah waktu Maghrib.


Cerita awalnya Satpam berusaha mengusir Ular tersebut yang telah mendatangi salah satu rumah warga, namun tiba-tiba ular tersebut mematok tangan Iskandar.


Akhirnya karena dianggap berbahaya Ular tersebut dibunuh, lalu beberapa Warga telah menawarkan Satpam tersebut untuk diperiksa namun ternyata Satpam tersebut menolak karena yang di rasakan hanya gatal-gatal sedikit saja.


Mungkin karena meyakini ular tidak berbisa. Malahan setelah membunuh Ular masih bisa bercanda dengan salah satu rekan yang kemudian merekam Video.


Tepat setelah rekam Video selesai (16 detik), Satpam tersebut pingsan dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setempat.


Belakangan diketahui kalau ular tersebut berbisa jenis welang atau Banded Krait.


Dalam keterangan unggahan, mulanya korban menemukan ular dan menangkapnya.


Pada video yang diunggah, ular yang memiliki corak belang hitam dan putih ini tampak dipegang korban.


Korban yang mengenakan baju satpam pada umumnya, tampak mencengkram mulut ular sambil duduk di kursi kayu.



Sedangkan ada suara si perekam mengatakan bahwa korban sempat digigit ular tersebut.


"Kena gigitan nih Pak Iis," ujar perekam.


Korban juga sempat bercanda dengan mengagetkan ke arah perekam.


Sementara itu, foto korban juga diunggah dalam video singkat tersebut.


Korban tengah tergeletak di sebuah rumah sakit dengan selang di badannya. Korban kemudian disebutkan telah meninggal dunia.


"HATI-HATI! SEORANG SATPAM SEBUAH PERUMAHAN DI WILAYAH TANGGERANG , TEWAS DI GIGIT ULAR BERBISA."


"Nama ular nyaWeling (Bungarus Candidus) high venom. tipe bisa Neurotoxin. kena gigit ini bisa mati tanpa kesakitan,"


"tolong posting kang.. agar jadi perhatian untuk semua, khusus nya pencinta reptil jenis ular , juga untuk pedagang2 yg biasa nya menjual jenis reptil mematikan ini". Ujar Dendy , seorang pencinta reptil ,yg kini sudah menghentikan hobby nyentrik nya ini ,sejak berkeluarga.




Harap hati2 thd ular weling., bunyi pesan whatsapp yg di terima @net2netcomm , setelah di konfirmasi , TKP di sebuah perumahan yg enggan di sebutkan namanya.


Terlepas berbisa atau tidak , mimin berpesan , agar tak bermain dengan ular jenis apapun..." tulis @net2netcomm. Akun itu pun meminta agar semua pihak berhati-hati kepada ular yang ditemukan.


Sedangkan pencipta reptil yang berlalu lalang di dunia televisi, Panji Petualang juga mengunggah kabar ini melalui akun Instagramnya, @panjipetualang_real, Kamis (22/8).


Ia meminta agar selalu hati-hati saat berhadapan dengan ular apapun.


Panji juga menuliskan, sebaiknya dihindari jika menemukan ular jenis ini.

"Semoga husnul khotimah".


Selalu safety saat berharadapan dengan ular sahabatku reptiler, Menggunakan safety tools saat hendak rescueatau menangkap ular itu sangat harus terutama ular mematikan.


Dan untuk Awam hindari ular jika berjumpa dengan mereka," tulis Panji.


Dikutip dari Wikipedia, Weling atau ular weling (Bungarus candidus) adalah sejenis ular berbisa dari suku Elapidae; menyebar di Asia Tenggara hingga ke Jawa dan Bali.

Di beberapa tempat dikenal sebagai ular belang, nama yang juga disematkan bagi ular welang (B. fasciatus).



Ular yang ramping dan tidak seberapa panjang; dari kepala hingga ekor sekitar 100 cm, dengan panjang maksimal sekitar 155 cm.


Bisa ular weling bersifat mematikan dan menimbulkan gejala sebagaimana bisa ular Elapidae pada umumnya, kecuali kobra.


Sifat utamanya adalah racun saraf (neurotoxic), yang dapat berakibat rusaknya jaringan saraf dan membawa kelumpuhan.


Gigitan kobra yang mengandung bisa, akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan pembengkakan di sekitar luka, meskipun kadang-kadang gejala ini tidak muncul.


Di pihak lain gigitan weling tidak demikian, yakni cenderung tidak menimbulkan sakit berlebihan atau bengkak di lokasi luka, tetapi dapat berakibat fatal.


(***)
Sumber : Tribun medan