Batam, News, Ekonomi

Keterbatasan Dokter Hewan, Dinas KP2H kota Batam ajak PDHI dan Karantina Hewan Pada Pemeriksaan Hewa

| Jumat 09 Aug 2019 13:24 WIB | 1203

Pemko/Pemda/Pemrov


Petugas kesehatan saat melakukan pengecekan kesehatan hewan qurban. (Istimewa)


MATAKEPRI.COM, Batam - Pemeriksaan hewan qurban yang dilakukan oleh  Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2H)  kota Batam dilakukan sebanyak dua kali. Hal tersebut harus di lakukan di semua titik pemotongan hewan qurban yang ada di Batam, yang mana hal tersebut membutuhkan dokter hewan yang cukup banyak.


Sedangkan tim dokter yang dimiliki Dinas KP2K kota Batam berjumlah 2 tim saja. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas KP2K Kota Batam, Suhartini melalui Kepala Bidang Peternakan Dinas KP2K, Neli saat di temui di kantor nya pada Kamis (7/8) kemarin.


"Untuk menangani kekurangan tim dokter yang terjadi, kami akan bekerja sama dengan PDHI dan Karantina Hewan pada saat pemeriksaan hewan Qurban pada saat pemotongan dilakukan," ucap Neli.


Pemeriksaan pertama dilakukan sebelum pemotongan dan pemeriksaan kedua dilakukan pasca pemotongan hewan qurban. Pemeriksaan awal sebelum pemotongan hewan qurban telah usai di lakukan, dan terakhir di lakukan pada Rabu (7/8) kemarin. Dan pemeriksaan yang ke dua akan di lakukan pada saat pemotongan hewan qurban mendatang.


Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas KP2K Kota Batam, Suhartini, melalui dokter Samuel yang merupakan salah satu dokter hewan di di Dinas KP2H saat di temui di kantor nya pada Kamis (8/8) kemarin.


Samuel mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan qurban di lakukan beberapa tahapan, yang meliputi Pemeriksaan Umum yaitu Gizi, Body Condition Scoring (BCS), Mukosa, Orcitis, Scrotus, bentuk kaki dan pemeriksaan Suhu.


"Kalau untuk pemeriksaan BCS nilai yang paling bagus adalah 4, yang mana hal tersebut di cek dengan cara menarik Kulit hewan tersebut. Apabila dapat kembali seperti semua dengan Cepat, hal tersebut menandakan hewan ternak dalam kondisi yang gemuk," Ucapnya.


Pemeriksaan di bagian yang berlubang (Mukosa) itu dilakukan meliputi mulut, hidung, kuping, bagian kelamin dan dubur. "Beberapa penyakit yang biasa di temukan pada hewan ternak yang baru masuk adalah Ingusan, Flu dan Batuk yang mana hal tersebut terpengaruh oleh air laut saat perjalanan pengiriman," Jelasnya.


"Untuk suhu optimal Hewan Ternak yaitu 38,5 hingga 38,9 derajat Celsius," Pungkasnya. (Agung.AM)