News, Hukum & Kriminal

Edi Yanto " Dugaan kami pembunuhan Dayanto (Nahkoda KMN Maju Jaya Baru) sudah di rencanakan"

Maman | Sabtu 06 Jul 2019 19:12 WIB | 7443

Pembunuhan


RW ketika mendorong Nahkoda ke laut Arafura, 2/7/2019.


MATAKEPRI.COM,  BATAM - Edi Yanto adik kandung Korban Dayanto ( Nahkoda KMN Maju Jaya Baru) yang tewas ditangan ABK(DPO) pada 2/7 yang lalu di perairan Arafura, menduga bahwa peristiwa naas itu seperti telah di rencanakan. Hal tersebut di sampaikan nya usai melihat hasil rekaman CCTV yang ada di kapal tersebut. 

"Saya menduga pelaku RW melakukan itu bukanlah spontan tapi sudah di rencanakan. Dan dugaan saya setelah melihat hasil rekaman CCTV itu, dia(RW) melakukannya tidak sendiri. Hal itu karena terlihat ada orang yang memberikan kayu panjang dari arah bawah," Ucap Edi kepada Matakepri melalui pesawat selularnya, Sabtu (6/7/2019). 

Hasil rekaman CCTV yang diterima Matakepri dari pihak keluarga Nahkoda KMN Maju Jaya Baru, Dayanto(korban). 

Kemudian, lanjut Edi, setelah melihat hasil rekaman CCTV ternyata beberapa keterangan yang menyebutkan terjadi perkelahian di atas kapal itu tidak benar. Jelas tidak ada perkelahian, yang ada abang saya dalam kondisi sempoyongan dan kami menduga abang kami telah di lukai sebelum nya kemudian di dorong dengan mudah oleh RW ke laut. 

Terkait dengan CCTV tersebut, Edi Yanto mengatakan bahwa pihak keluarga telah menghubungi Ayam (pemilik kapal) dan meminta agar hasil rekaman CCTV secepatnya di berikan ke Polresta Merauke untuk dapat menguak kebenaran yang sebenar-benarnya. 

Nahkoda KMN Maju Jaya Baru, Dayanto (korban)  di semayamkan di Tanjung Balai Karimun, 8 Juli 2019.

"Kami sudah hubungi pemilik kapal, dan informasi dari pemilik bahwa akan di serahkan ke Polair. Kami sekeluarga ingin secepatnya kebenaran atas pelaku pembunuhan abng Dayanto cepat terungkap. Dugaan kami ini sudah di rencanakan dan ada persekongkolan," Ungkap Edi.


Seperti di beritakan oleh beberapa media di Merauke bahwa seorang anak buah kapal (ABK) nekat membunuh nakhoda KMN Maju Jaya Baru. Alasannya sepele, diduga karena tidak terima ketika ditegur. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan cara membacok kepala korban. Kemudian pelaku langsung berenang melarikan diri. Saat kejadian, kapal tersebut tengah berada di perairan Arafuru.(maman)