Batam, Kepri

Kolam Galian di Marina Yang Memakan Korban Akan Direkomemdasikan DPRD Untuk Segera di Tutup

Egi | Jumat 28 Jun 2019 10:46 WIB | 974

Legeslatif/DPRD
Pemko/Pemda/Pemrov


Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura usai melaksanakan Rapat.(Foto:Egi/MK)


MATAKEPRI.COM,BATAM- DPRD Kota Batam merekomendasikan agar lubang galian maut yang menewaskan tiga orang bocah di Temiang untuk segera ditutup. Rekomendasi ini didapat setelah Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura usai    bersama perangkat lurah dan camat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat di DPRD Batam. DPRD juga meminta aparat setempat segera memasang plang larangan bermain di area tersebut.(28/06)

"Dari rekomendasi kita minta ditutup dan dipasang plang larangan bermain di lokasi tersebut," ujar Ketua Komisi III DPRD Batam.

Nyanyang juga menegaskan Dinas Lingkungan Hidup harus segera menempatkan PPNS di area tersebut. Sehingga dapat dipastikan galian itu tidak digunakan sebelum ada konfirmasi dari pemilik lahan. "Masih dicari tau (Pemilik lahan),"ucapnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak menyampaikan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menuntaskan kasus ini. Penelusuran pertama adalah mengetahui siapa pemilik lahan tersebut dan hal ini bisa ditelusuri melalui data-data di BP Batam. 

Seperti diketahui tiga bocah warga Kampung Kendal Sari RT 03/RW 07 Seitemiang, Yelse De Fitria,  Antonio De Vichel dan Vinsensius Jevan, tenggelam di kolam buatan di Marina, Rabu (19/6). Kejadian itu baru diketahui saat Ali, seorang bocah lain yang berdiam dekat kolam berlarian dari lokasi kolam menyampaikan ke kakaknya bahwa tiga korban sudah tenggelam.(EAG)