Lingga

Masyarakat Lingga Tolak Aksi Provokasi Pasca Pemilu

Nazili | Rabu 12 Jun 2019 16:20 WIB | 612




MATAKEPRI.COM, Lingga - Masyarakat Kabupaten Lingga dari berbagai kalangan, dengan tegas menolak aksi provokasi dan anarkis yang menjurus ke arah Kerusuhan,  terkait gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).


Hal ini terungkap dalam pertemuan sejumlah Tokoh Masyarakat, Agama, dan LSM Kabupaten Lingga di Kedai Kopi Olek Dabo Singkep, Rabu (12/06/2019).


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua FKUB Kab. Lingga Bpk. H. Ridwan Mahadum, Ketua PPM Kab. Lingga Bpk. Ade Permana Putra, Ketua Koti PP Kab. Lingga Bpk. Asril, Ketua Vihara Kumala Dewi Matrea Dabo Singkep Bpk. Aripin, Wakil Ketua Melayu Raya Bpk. Abdul Karim, Tokoh Masyarakat Bpk. H. Ainal, Tokoh Masyarakat Bpk. Ilham, Tokoh Masyatakat Bpk. Halim Untung.


Dalam kesempatan tersebut Ketua FKUB Kabupaten Lingga H. Ridwan berharap kepada Masyarakat Kabupaten Lingga agar menolak kerusuhan yang akan terjadi di Jakarta, yang diperkirakan berkumpulnya massa dalam pelaksanaan keputusan Sidang di Mahkamah Konstitusi. 


"Saya berharap jangan ada kelompok, Organisasi atau keluarga yang ikut serta ke jakarta untuk melakukan Unjuk Rasa tersebut, Lingga Damai maka Kepri Damai, terimakasih kepada Organisasi, Todat dan Tomas yang dapat hadir pada kesempatan hari ini" ucap H. Ridwan.


Selain itu, Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Lingga, agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk konten negatif yang mengarah pada provokasi maupun berita bohong di seluruh lini sosial media.


"Kami mengajak agar setiap dari kita bisa menyaring sebelum sharing kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya," imbuhnya.


Dari hasil pertemuan yang digelar, seluruh Tokoh memutuskan untuk menolak dan tidak mengikuti jika ada rangkaian aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya proses persidangan di MK. Hal ini disepekati dengan cara  menandatangani banner yang bertuliskan "Lingga Kepulauan Riau, Kami Menolak Kerusuhan, Damailah Indonesiaku", kemudian dilanjutkan dengan mendeklarasikan menolak kerusuhan. (NAZILI)



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait