Batam, News

Seperti ini suasana lebaran di pengungsian Ruli Pandan aran

Viktor | Kamis 06 Jun 2019 13:01 WIB | 288

Perayaan
Hari raya


suasana lebaran di pengungsian warga Ruli Tembesi Pandan Aran


MATAKEPRI.COM Batu Aji - 1 Syawal yang jatuh pada 5 Juni hari ini, tentunya juga membuat waga pengungsian di Ruli Tembesi Pandan Aran, Batu aji ikut merayakan hari kemenangan tersebut.


Banjir yang melanjada rumah mereka aejak 26 Maret lalu, membuat mereka belum bisa menempati nya kembali. Meski sudah ada penanganan yang di lakukan oleh pihak dinas Bina marga, namun hal tersebut tampak nya tidak membuat para pengungsi bisa menempati rumah Mereka pada hari lebaran ini.


Seperi pak Mulyono warga yang masih bertahan di tenda pengungsian yang mengatakan, hingga saat ini rumah nya masih rawan akan banjir, jika hujan melanda daerah tersebut. Hal tersebut membuat nya mengurungkan niat untuk kembali menempati rumah nya.


" Walau udah ada drainase yang di bulan beberapa waktu lalu, tapi kalau hujan datang di sini masih rawan banjir mas.dang sampai sebetis. Jadi ya gimna mau tinggal di rumah kalau gitu " ucapnya saat duduk bersama keluarga nya di depan tenda.


Hingg saat ini, masih ada sekitar 6 KK yang bertahan dan merayakan lebaran di tenda pengungsian, dengam jumlah sekitar 14 orang, dan sudah termasuk beberapa anak-anak.


Dari informasi yang di dapat, hingga jelang lebaran ini para pengungsi belum mendapatkan bantuan kembali dari dinas terkait. 


" Ya kalau dari dinas belum ada lagi mas kalau deket lebaran ini. Tapi Alhamdulillah, kemarin ada bantuan dari beberapa perkumpulan masyao gitu mas. " Kata Mulyono.


Mulyono juga sangat menyayangkan penanganan yang di ambil oleh pihak dinas, karena menurut nya hal tersebut tidak bisa mengatasi masalah yang selama ini mereka hadapi. 


Pihak warga selama ini hanya berkeinginan agar gorong-gorong Rusak yang berada di depan rumah Mereka, tepat nya di bawah jalan di di area tenda itu berdiri agar di perbaiki dan buat ganti dengan ukuran yang lebih besar.


" Masalah nya kan gorong-gorong ini tidak berfungsi. Kalau dari dulu di bongkar dan langsung di perbaiki, pasti gak akan ada lagi banjir di rumah kami ini " tegasnya.


di tempat yang sama, ibu Kurnia bjuga mengutarakan keinginannya. Yang pasti kami hingga saat ini, berharap agar pemerintah kota Batam dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di lokasi ini. Dan membuat kami bisa hidup dengan normal kembali.


" Dari dulu kan kami gak minta aneh-aneh. Cuma minta supaya gorong-gorong di benerin. Dan semoga kami bisa hidup dengan normal lagi. Kami juga gak betas harus hidup lebih lama lagi di sini " ucapnya, sambil meneteskan air mata. (CW6)