Lifestyle, Kuliner

Kopi Mandailing Dikenal Sejak Perang Dunia ke Dua.

Maman | Minggu 12 May 2019 08:52 WIB | 2107

inspirasi



MATAKEPRI.COM, Mandailing Natal - Sebelum perang dunia ke-2 kopi yang dihasilkan dari Pakantan dan Ulu Pungkut diekspor ke Eropah dan Amerika yang kemudian dikenal sebagai Mandheling coffee. 

Saat ini Mandheling Coffee masih beredar dan dijual di Indonesia dan di luar negeri baik dalam bentuk bubuk maupun biji (lihat foto). Dalam penjelasan yang tertera pada bungkus kopi tersebut tertulis "Mandheling Coffee uses only premium grade 1 single-origin coffee beans grown in the highlands of the Mandailing tribes in North Sumatra".


Diperkirakan Belanda lah yang telah menjejakkan kaki dan membawa kopi ke wilayah Mandailing. Wilayah Pakantan menjadi pusat penanaman dan pengembangan kopi (Arabika) di Mandailing. Sayang era keemasan kopi Mandailing yang dikenal dunia mulai tahun 1878 seolah meredup. 

Saat ini  sekitar 50 ha perkebunan kopi rakyat mulai dikembangkan kembali di wilayah Simpang Banyak, Ulu Pungkut (Desa Langgamtama). Sementara di dekatnya sebuah perusahaan Australia mengelola sekitar 150 ha kopi Arabika.

Pohon kopi Mandailing tumbuh di ketinggian 1800-1.200 m di atas permukaan laut. Kopi jenis Arabika ini ditanam lewat sistem kultur (culture system) tahun 1835 di masa penjajahan Belanda. Karakteristiknya dikenal karena memiliki rasa kekentalan yang kuat, rendah asam, aroma yang kaya, lembut dan rasa coklat yang asam manis. Rasa kopinya masih melekat sesudah diminum.       (PIDM) pusat informasi dokumen mandailing.(iwan fajar)