Lingga

Perayaan Imlek 2570/2019 di Kelenteng Cetya Dharma Ratna Singkep Berlangsung Meriah

Nazili | Sabtu 09 Feb 2019 13:45 WIB | 130

SEREMONIAL
Perayaan


penyerahan barang lelang di acara imlek 2019, (jum'at 08/02/2019| Mata Kepri/nazili


MATAKEPRI.COM, Lingga - Hari ke empat perayaan hari raya imlek 2019/ 2570 bagi umat budha di singkep di laksanakan lelang beraneka jenis barang.seperti patung sio babi.pagoda.dan barang makanan pokok.perayaan lelang barang ini merupakan kalender tetap tahunan di perayaan imlek bagi masyarakat singkep.adapun tujuan dari pelaksanaan lelang ini sebagai wujud kepedulian umat budha untuk berbuat atau pun menyumbang sedikit dari rezeki yang di dapatinya selama satu tahun.ungkap edwin alim untung selaku ketua panitia pelaksana lelang.


"Pelaksanaan lelang di hari ke empat pada perayaan imlek merupakan sudah kalender tetap bagi umat budha kelenteng cetya dharma ratna singkep.adapun wujud dari pelaksanaan lelang ini bagi umat buhda adalah sebagai bentuk kebersmaan di mana umat membeli dari apa yang di lelangkan dan hal ini merupakan wujud dari rasa berbagi dari rezeki yang sudah di raih selama satu tahun ini".ungkap awin,sapaan akrabnya di masyarakat singkep.


Di tambahkannya, adapun dari hasil lelang ini nanti akan di peruntukkan kepada beberapa kegiatan,sperti, biaya operasional kelenteng, pembangunan peningkatan sarana kelentang dan bakti sosial kepada semua masyarakat yang kurang mampu dengan tampa memandang suku dan agamanya.papar awin.saat di temui di kelenteng chitya dharma ratna singkep. Jumat ( 8/2/2019 ). Malam


Lanjutnya, pelelangan ini di hadiri warga singkep lokal maupun yang berdomisili di luar singkep, sperti jakarta, batam.tanjung pinang.tanjung balai karimun, palembang,bahkan ada juga dari singapore serta di meriahkan dengan mendatangkan artis lokal dari batam, Selain itu,kami dari panitia lelang juga mengucapkan trima kasih kepada semua pihak yang turut serta melancarkan dari kegiatan pelelangan ini. Dan mengajak kepada semua masyarakat lingga agar senantiasa menjaga keberadaan lingga yang sudah kondusiv saat ini dan tingginya toleransi umat beraga yang ada.Tutupnya (NAZILI)