International, News

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Untuk Berbagai Wilayah Indonesia

Topa | Sabtu 19 Jan 2019 12:06 WIB | 293



ISTIMEWA


MATAKEPRI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk berbagai wilayah Indonesia. Peringatan dini gelombang tinggi BMKG ini dikeluarkan, Sabtu (19/1/2019) pada pukul 06:58 WIB.

Menurut keterangan dalam situs BMKG.go.id, peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku hingga 22 Januari 2019.

BMKG memohon masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi selalu waspada. Masyarakat khususnya di wilayah pelayaran padat seperti Laut Jawa juga diminta waspada.

Dalam narasi peringatan dini gelombang tinggi, BMKG menyebutkan danya Pola tekanan rendah 1006 hPa di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, 1007 hPa di Laut Arafuru dan 1004 hPa di Samudra Pasifik utara Papua , serta pola sirkulasi Eddy di barat Aceh.

Menurut BMKG, pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano hingga Bengkulu, Perairan Lampung, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Sanginge hingga Kep. Talaud, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, dan Laut Arafuru bagian timur," tulis peryataan dalam situs BMKG.

Kondisi tersebut membuat peningkatan gelombang di wilayah tersebut. BMKG juga meminta untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG kapal nelayan adalah 1,25 meter dan angin lebih dari 15 knot. Untuk kapal tongkang tinggi gelombang 1,5 meter dan kecepatan angin 16 knot.

Kapal yang lebih besar kapal ferry untuk memperhatikan risiko keselamatan pada gelombang tinggi di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal ukuran besar harus memperhatikan keselatan terhadap gelombang di atas 4 meter.

Berbagai daerah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter yaitu Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Utara Bangka Belitung, Perairan Lhokseumawe, Laut Jawa, Perairan Utara, Sabang, Perairan Utara Jawa, Perairan Sabang - Banda Aceh, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Barat Aceh, Laut Banda Samudra Hindia Barat Aceh, Perairan Kep. Sermata Hingga Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Sumba

dan Perairan Kep. Kei Hingga Kep. Aru.

Selain itu perairan lainnya yaitu Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas Bagian Selatan Laut Sulawesi, Perairan P.Sawu Hingga P.Rotte - Kupang, Perairan Bitung - Manado, Laut Sawu, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, dan Laut Maluku Bagian Selatan.

Beberapa perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter yaitu Perairan Barat Kep. Nias Hingga Kep. Mentawai, Perairan Kep. Sangihe Hingga Kep. Talaud, Perairan P. Enggano hingga Barat Lampung, Laut Maluku Bagian Utara, dan Selat Sunda Bagian Selatan Perairan Halmahera

Wialayah lain yang juga berpeluang terjadi Samudra Hindia Barat Sumatra, Laut Halmahera, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Raja Ampat, Samudra Hindia Selatan Banten Jawa Barat dan Perairan Utara Papua Barat hingga Papua.

Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, Perairan Biak, Perairan Utara Kep. Anambas hingga Kep. Natuna dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.( *** )

Sumber : Tribun




Berita Terkait

Tidak ada berita terkait