Lingga

Tanaman Hidroponik Makin Diminati Oleh Masyarakat Daik Lingga

Maman | Jumat 17 Aug 2018 06:34 WIB | 481

inspirasi



MATAKEPRI.COM, Lingga - Bak kata pepatah "tak kenal maka tak sayang", Firman seorang pemuda asal desa Panggak Darat yang kesehariannya berprofesi sebagai teknisi komputer di Daik Lingga tak pernah membayangkan kalau kini ia memiliki usaha pertanian Hidroponik. 

Memang basicnya bukan lah dunia pertanian bahkan dulu ia sempat ditertawakan penjual sayuran di pasar karena tidak mengenal sayur bayam. 


Teknik bercocok tanam yang tanpa menggunakan media tanah ini bukan hal yang baru di Indonesia, namun di Daik Lingga sendiri terkhusus untuk masyarakat tempatan Hidroponik adalah suatu hal yang masih tergolong baru.

Berawal dari Ketertarikan dan rasa penasaran membuatnya ingin belajar  dan tak terpikir sedikitpun oleh Firman menjadikan hobi barunya tersebut sebagai bisnis. 

“Awalnya saya hanya melihat-lihat kebun sistem hidroponik ini, ada yang melihat di TV ada juga yang langsung berkunjung ke lokasinya di Dabo Singkep. Tak puas hanya sekedar melihat saya coba praktekkan dengan tahap awal hanya 30 lubang tanam itu pun saya gunakan barang-barang bekas seperti botol, derigen sekedar coba-coba saja dengan ilmu yang seadanya dan tadinya saya pikir hanya untuk menyalurkan hobi saja,” ungkap Firman. 


Namun siapa sangka, berkat ketekunan dan semangat pantang menyerahnya untuk terus belajar dan mencoba, justru membuka peluang bisnis baginya.

Tahun 2017 lalu, ia mulai mengembangkan usahanya, dari yang awalnya hanya menanam jenis sawi, selanjutnya mencoba berbagai jenis sayur-sayuran lainnya. 

Ternyata peluang pasar untuk setiap jenis komoditi yang ditanam  ini  semakin besar. Setelah 1 tahun yang lalu, ia benar-benar fokus menekuninya dan menjadikannya sebagai salah satu sumber penghasilan. 

“Saya  semakin yakin setelah melihat kondisi di Daik Lingga ini sulitnya untuk mendapatkan sayur-sayuran yang segar dan berkualitas apalagi di daerah-daerah pulau yang bahkan kesulitan untuk mendapatkan sayur” tuturnya. 

Dengan memanfaatkan halaman rumah seluas 10 X 10 meter, ia mulai menanam aneka sayuran seperti selada, baby kailan, pakcoi, kangkung, bayam, jenis sawi-sawian dan lainnya yang hingga kini sudah tersedia 1.500 lubang tanam. Bahkan ia berniat ke depan akan terus memperbanyak sistemnya lagi dan akan mengembangkan ke komoditi buah-buahan.

Rata-rata pelanggan yang Ia dapatkan dari kalangan Ibu-ibu, seperti para Dokter, Perawat, Bidan dan Staf di RS.Encek Maryam Daik Lingga, Guru-guru SMA, SMP dan SD, Polwan dari Polsek Lingga, beberapa Cafe atau rumah makan. 

"Dan kebanyakan memang pelanggan kami dari Staf ataupun Pegawai kantoran yang ada di Daik Lingga," tambahnya.

Promosi lewat media sosial ternyata sangat membantu dalam mendapatkan pembeli. “Sebab, calon pelanggan dapat melihat secara langsung tanaman yang kami hasilkan melalui postingan foto-foto hasil pertanian saya ke Facebook, WA, Instagram dan lainnya, dan seperti kita ketahui kalau dunia Selfie sudah menjamur dari semua kalangan, oleh karena itu kita coba manfaatkan situasi ini, jadi setiap yang datang kita persilahkan untuk berselfie ria di lokasi kebun kami bahkan kadang saya sendiri yang minta supaya berfoto dengan harapan ketika mereka mengunggah foto-foto tersebut di media sosial secara tidak langsung akan mengenalkan Hidroponik ini khususnya di wilayah Kabupaten Lingga" ungkapnya.

Dengan  berbendera  "Farm Agam Hidroponik Daik Lingga" kebun ini berada di Desa Panggak Darat Kecamatan Lingga, bagi pelanggan yang ingin datang untuk berkunjung atau sekedar melihat-lihat pintu kami selalu terbuka lebar dan yang ingin membeli berbagai jenis sayuran kami persilahkan untuk panen sendiri sebagi bonus" tutupnya.(iwan)