International, News

Pembuangan Bayi Laki-Laki yang Baru Berumur 24 Jam yang di Temukan di Semak-Semak

Topa | Jumat 10 Aug 2018 16:06 WIB | 29



( istimewa )


MATAKEPRI.COM - Pembuangan bayi laki-laki yang baru berumur 24 jam kurang yang ditemukan di semak-semak jalan G Obos XXVII Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kamis (9/8/2018), terungkap.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, bersama jajarannya dan dokter yang menangani kasus penemuan bayi laki-laki tersebut Jumat (10/8/2018) melakukan jumpa pers terkait pengungkapannya.

Ibu yang membuang bayi langsung diamankan polisi dan masih mendapat perawatan di RS Bhayangkara di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Palangkaraya.

Kapolres Palangkaraya mengungkapkan, Ibu bayi dengan inisial Hel (15) mengakui sebagai orangtua yang membuang bayinya di semak-semak yang ada di belakang rumahnya.

Kapolres mengatakan, Ibunya masih di bawah umur termasuk teman lelakinya atau bapak si bayi juga berumur 16 tahun, yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Mereka belum menikah tetapi melakukan huhungan intim hingga bayinya dilahirkan," ujarnya.

Diceritakan, Hel pelaku yang tak lain adalah ibu bayi saat itu mengaku tidak tau jika dia sedang hamil.

Tetapi saat kejadian dia mengaku sering pipis, entah kenapa saat itu pecah ketuban dan bayi pun keluar.

Saat itu bayinya keluar sendiri tanpa bantuan bidan, oleh ibunya ditarik hingga bisa keluar dan diambilnya kertas kresek atau plastik kemudian di bungkus dan diletakkan di semak belakang rumahnya," ujarnya.

Saat itu warga curiga, ada suara bayi di semak belakang rumah pelaku, bersama polisi kemudian melakukan pencarian suara yang kemudian diketahui memang suara bayi laki-laki yang hanya dibungkus plastik.

Saat ini, Ibu bayi masih dirawat di RS Bhayangkara dan masih dalam pengawasan pihak rumah sakit RS Bhayangkara, untuk memulihkan kondisinya. Petugas kami hingga saat ini juga masih memburu pasangan lelakinya," ujarnya.

Motif pelaku membuang bayinya, akibat pergaulan bebas akhirnya kebablasan dilakukan orangtua bayi hingga hamil dan melahirka.

Lalu  nekat membuang bayi tersebut, karena merasa malu. Ibu dan bapak bayi tersebut sama-sama masih di bawah umur dan belum bekerja.

Bapak dari bayi merupakan pelajar salah satu SMK di Palangkaraya yang sedang tugas magang dari sekolah, sedangkan ibunya tidak sekolah atau putus sekolah dan selama ini tinggal bersama budenya di Palangkaraya yang ada di sekitar TKP. ( *** )

Sumber : Tribun





Berita Terkait

Tidak ada berita terkait