Batam, News

Diduga Mangkir Bayar Uang Sewa, Among Akan Laporkan Oknum PT Fatimah Indah Utama

| Kamis 08 Feb 2018 15:55 WIB | 1263

Kebijakan
Pembangunan



MATAKEPRI.COM, Batam - Among,  Pria yang memiliki bisnis untuk penyewaan alat berat  merasa sangat emosi dengan kontraktor yang belum dapat membayar sewanya. 

Nilai proyek dalam pembayaran sewa alat berat mencapai Rp85 Miliar  yang pengerjaan pondasi dan pemecah ombak bibir pantai Pulau Puteri Nongsa oleh PT Fatimah Indah Utama dan bersumber dari APBN 2017.

Seperti yang diketahui bahwa pihak perusahaan sudah memberikan cek senilai Rp139 juta atas nama Sulaiman namun hingga kini cek tersebut belum juga cair.

Among juga menambahkan bahwa pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan transfer dana, namun jumlahnya tidak sesuai dengan perjanjian karena pengerjaan proyek sudah selesai.

"Saat kita desak dan hubungi terus menerus, mereka bilang akan mentransfer sebanyak Rp100 juta terlebih dahulu. Langsung saya tolak, karena tidak sesuai perjanjian. Saya hanya minta kepada managemen mereka untuk membayar sesuai kesepakatan tidak kurang ataupun lebih," jelasnya.

Among pun menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum jika tidak ada niat baik dari managemen PT Fatimah Indah Utama untuk melunasi sisa pembayaran sewa alat dalam proyek tersebut.

"Kita masih ada hati untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi jika tidak juga dilunasi terpaksa akan kita tempuh jalur hukum," terangnya.

Sementara itu, saat dihubungi awak media, Sulaiman, perwakilan perusahaan mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh dan rinci terkait hal tersebut. Ia beralasan tengah mengikuti rapat.

Rudi menyampaikan bahwa, Pulau Putri di Nongsa, Batam, akan disiapkan menjadi salah satu andalan pariwisata di Kota Batam. Tidak hanya untuk wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Dia juga mengaku sudah punya konsep, akan dijadikan seperti apa pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan negara jiran tersebut.

Ada jalan aspal yang melingkari pulau itu lengkap dengan fasilitas pendukung wisata lainnya.

"Pulau Putri itu kalau sudah jadi pembangunannya, bisa untuk tujuan wisata internasional. Nanti di situ akan kita bikin cantik," kata Rudi di Gedung Pemko Batam.

Saat ini di lokasi Pulau Putri sudah dipasang seperti pembatas--pemecah ombak yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Proyek itu sudah dimulai sejak tahun lalu.

Tahun ini akan dilanjutkan dengan penimbunan di area dalam, agar fisik Pulau Putri terlihat lebih nyata dan tidak terpengaruh lagi dengan kondisi pasang surut air laut.

"Pulau yang hampir hilang itu akan kita sempurnakan dia biar tak hilang," ujar dia.

BWS sudah meminta izin kepada Pemko Batam untuk melanjutkan proyek pengerjaan Pulau Putri berupa penimbunan di area dalam, belum lama ini. Selain itu, mereka juga meminta Pemko Batam untuk meneruskan pembangunannya. Namun sebelum meneruskan pembangunan tersebut, Rudi ingin melihat sampai dimana pengerjaan proyek yang mereka lakukan.(***)